Talaud, megamanado.com-Konferensi Regional II Digiu digelar serentak Kamis (17/9/2020) pukul 9.00 Wita sampai selesai. Kegiatan ini dilangsungkan di 176 negara dan bersentral di Rusia. Untuk Indonesia, kegiatannya dipusatkan dan digelar di Aula Paroki Santa Maria Ratu Damai Melonguane.
Bupati Kepulauan Talaud Elly Engelbert Lasut (E2L) yang membuka acara, bersyukur atas penyelenggaraan kegiatan bertaraf internasional tersebut. Ia juga berterima kasih bisa mengikuti Konferensi Regional II Digiu indonesia 2020.

E2L yang didampingi Wakil Ketua DPRDS Djekmon Amisi dan Staf Khusus Ruben Kalalo berharap program digitalisasi digiu internasional ini segera beroperasi Talaud. Mengingat Talaud adalah wilayah terluar dari Indonesia dengan beberapa pulau seperti Kakorotan, Intata, Marampit dan Kabaruan, maka program ini digitalisasi sangat dibutuhkan.
Ia berpesan
kepada peserta Konferensi Regional Digiu bisa berperan aktif dalam menjalankan
program digitalisasi yang berbasis ite.

“Kita harus menyesuaikan dengan ide pemerintah pusat. Bahwa seluruh kabupaten/kota bisa dapat menggunakan tehknologi digitalisasi, terutama Talaud karena wilayahnya dipisahkan oleh pulau-pulau. Supaya dalam pelaksanaan tugas belajar seperti sekolah tinggi komputer, pelayanan di Puskesmas, perikanan, pendidikan dan pemerintahan sudah dapat menggunakan sistem digitalisasi bersumber ite,” kata E2L.
Mantan Ketua DPRD Talaud ini menyebut kegiatan seperti ini sudah dianggarkan di APBD-Perubahan. Untuk itu E2L berharap seluruh peserta konferensi dapat mengadakan pertemuan dengan pemerintah daerah untuk membahas dan mencari solusi bagaimana caranya agar digitalisasi yang berbasis ite itu cepat beroperasi.
Sementara Delis Umbas selaku leader dalam program ini menyebut sistem digital ini bisa di gunakan oleh siapa saja, termasuk pemerintah, institusi, lembaga, dan seluruh elemen masyarakat. Sistem ini menurut dia mempermudah komunikasi dan kinerja.(jun)