MANADO – Jiwa kesatria anggota TNI biasanya dibentuk untuk menjadi seorang prajurit sejati, siap mati di medan perang demi mempertahankan NKRI. Garang dan mampu membunuh lawan itulah isi kepala mereka.
Namun berbeda dengan ketiga prajurit Kodim 1309/manado. Dalam rangka O2SN tingkat Kota Manado, Serma Patolenganen guru SD Kartika XXXI-1, Sertu Adi Guru SD Kartika XXI-2, Serda Marjun Guru SD Kartika XXI-3, ketiganya bahu membahu mendidik dan melatih siswa.
Hasilnya manjur mereka berhasil membawa siswa didikan mencapai seleksi tingkat Kota Manado. Pun mencapai seleksi tingkat Provinsi dan Nasional bisa diraih, melihat peluang siswa didikan mereka berada di atas rata-rata.
Ketiganya mengakui mendidik dan melatih siswa bukan sebuah beban tetapi tanggung jawab yang diberikan negara kepada mereka. Alasannya cukup logis, mengalahkan musuh tidak harus mengangkat senjata, sekarang untuk unggul kita harus memiliki sumber daya manusia yang cerdas.
“Iya kan perang tidak perlu menggunakan senjata, meningkatkan kecerdasan itu termasuk perang. Semakin anak-anak kita cerdas maka semakin mudah mengalahkan musuh,” ujar ketiganya Rabu (15/05).
Kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Manado, Dahglan Walangitan MPd, kehadiran prajurit TNI mendidik dan melatih siswa mampu memberikan warna tersendiri bagi Kota Manado.
“Kehadiran Prajurit TNI sangat membantu kami memberikan pendidikan bagi siswa dan siswi dan ini sangat positif,”. (buf)