Jansje Timporok Bertekad Bangun Pendidikan Sulut Melalui Gerakan Literasi

MANADO – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendorong penguatan literasi menjadi suatu gerakan bagi seluruh komponen bangsa. Baik pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat. Mengingat kaitannya tidak terpisah dari dunia pendidikan.

Di daerah ini, gerakan literasi juga semakin digelorakan, di bawah Ketua Asosiasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia (AGBSI) Sulut Dr Jansje Timporok MPd, sejumlah  target diusung, antara lain peningkatan kemampuan kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka percepatan peningkatan kemampuan literasi sekolah dan masyarakat dalam bentuk bimbingan teknis, pembinaan, dan fasilitasi yang relevan, serta rekomendasi tentang konsep pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia.

Read More

“Pentingnya pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia berkaitan langsung dengan penanaman jiwa kebangsaan atau nasionalisme. Karenanya bimbingan teknis yang relevan sangat dibutuhkan,” ungkapnya Minggu (17/02).

Timporok berharap, pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia ditandai dengan kuatnya minat baca, menulis, dan berwacana. Hal tersebut hendaknya diikuti dengan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik, benar, logis, santun, dan bercita rasa (estetis).

“Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia ditandai dengan kuatnya minat baca, menulis, dan berwacana, itulah target kami dan itu harus dicapai,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan,  seiiring dengan tujuan Gubernur Sulut agar pendidikan harus melompat maka fondasi utama yang harus ditata adalah memperkuat minat baca, menulis, dan berwacana karena itu adalah pondasi membangun sumber daya manusia yang unggul.

“Jika program litersi berhasil akan bermuara pada prestasi dan menghasilkan masyarakat yang tangguh,” tegasnya.

Adapun kemajuan pendidikan di Sulut saat ini sudah sepatutnya diberikan apresiasi. Apalagi, dilihat dari angka partisipasi kasar (APK), bagi SD pada 106,09%, SMP 106.93%, dan SMA 88,22%, sedangkan angka partisipasi murni (APM) SD 89,93%; SMP 76,19%, dan SMA 61,97%.

Begitu pula angka partisipasi sekolah (APS) usia 7-12 tahun sebesar 98,12%, usia 13-15 sebesar 88,50%, dan usia 16-18 sebesar 68,52%.Angka putus sekolah untuk tingkat SD 0,13%, SMP 0,37%, dan SMA 0,08% serta SMK 0,40%, sedangkan angka melek huruf sebesar 99,63% atau mampu menekan angka buta huruf hingga titik 0,37% dengan kontribusi rata-rata bersekolah mencapai 9,09 tahun dan tingkat kelulusan untuk SD mencapai 100% kelulusan, SMP 99,99%, SMA 99.97%, SMK 99,96%. (buf)

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MEGA MANADO di GOOGLE NEWS

Related posts