Mayat yang Ditemukan di Talaud adalah Penumpang Pambut dari Filipina Menunju Sangihe

  • Whatsapp
Salah satu mayat yang tinggal tulang (foto: melki)

TAHUNA-Misteri penemuan mayat di Kabupaten Talaud, tepatnya di Sere Salibabu dan Beo, mulai terkuak. Para korban  terinformasi berangkat dari Filipina menuju Sangihe, namun tak selamat karena cuaca ekstrim. Mereka hanya menggunakan pambut.

Dari keterangan yang dihimpun media in, Rabu (25/10/2017), korban yang sudah ditemukan empat orang, dua wanita dan dua pria.

Mayat lainnya (foto:melki)

 

Hasil pemeriksaan pihak Kepolisian dan TNI bersama tim medis, identitas korban yang ditemukan di Beo, Aten Udingan warga Peta Timur Kabupaten Sangihe Kecamatan Tabukan Utara.

Sementara yang satu wanita, sesuai identitas (KTP) Dorlina Tahulending asal Pintareng, Kecamatan Tabukan Selatan Tengara , Kabupaten Sangihe. Dua korban lainnya sulit diidentifikasi selain keterbatasan alat, kedua korban tinggal tulang.

Sementara informasi yang didapat dari berbagai sumber, masih ada tiga yang sampai saat ini dalam pencarian, yakni Opo Yun Sarindat, (kru pambut), Umar Undingan (k dan satu lagi penumpang wanita. ” Mereka berangkat dari Filipina Sabtu (14/10/2017) dengan tujuan Sangihe. Total tujuh orang, terdiri dari tiga awak pambut dan empat penumpang,” ucap sumber yang meminta namanya tak dipulish.

Keluarga korban  di Sangihe, akan mengambil ke empat jenasah walaupun sudah dimakamkan di Talaud. (egi)

Related posts