Pemkab Minahasa Sulit Bersihkan Eceng Gondok, Pemprov pun Turun Tangan

  • Whatsapp
Kapan seperti ini yang akan diberikan Pemprov Sulut ke Pemkab Minahasa untuk mengatasi eceng gondok (ist)

MANADO-Danau Tondano yang ada di Kabupaten Minahasa sedikit hilang keindahannya akibat eceng gondok. Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa selama ini untuk mengatasinya tak membuahkan hasil yang berarti.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara pun tak tinggal diam. Mengatasi masalah yang disebabkan tanaman gulma itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey menyiapkan Aquatic Weed Harvester.

“Fungsi kapal itu memang mengangkat eceng gondok dan material sedimentasi,” ungkap Olly kepada wartawan di Manado, Selasa (22/8/2017).

Nantinya, setelah bersih dari eceng gondok, akan dilakukan penataan kembali terhadap Danau Tondano yang juga merupakan satu dari 15 danau di Indonesia yang dilindungi itu.

Apalagi, Danau Tondano tidak hanya menjadi ikon Sulawesi Utara khususnya Minahasa tapi juga menjadi nadi perekonomian masyarakat.

Selain itu, banyak sekali fungsinya mulai dari sumber air minum PDAM, pembangkit listrik, juga sebagai sumber pencarian nelayan dan pemilik tempat makan, juga lokasi wisata.

Diketahui, Aquatic Weed Harvester dikembangkan untuk memungkinkan pemeliharaan kanal, danau dan sungai dan untuk menghilangkan kehidupan akuatik yang berlebihan seperti eceng gondok dan tanaman lainnya yang dapat berdampak negatif pada ekologi jalur air.

Pemanen mekanis adalah mesin apung besar yang memiliki pisau pemotong bawah air yang memutus batang tanaman bawah air, mengumpulkan gulma dan mengangkatnya ke sabuk pengaman, menyimpan vegetasi di atas kapal secara terus menerus. Secara berkala, ini dilepaskan ke tongkang atau fasilitas darat. Nantinya, produk hasil eceng gondok yang diangkat dapat dikomposkan atau dikirim ke tempat pembuangan akhir.(nji)

 

Related posts