Golkar Hampir Pasti Usung Ivansa-CNR

  • Whatsapp
Dari kiri ke kanan: CNR, SVR, SHS dan Ivansa (foto:ivan fb/ist)

TONDANO-Golkar tampaknya partai paling siap menyambut Pilkada Minahasa 2018. Partai berlambang pohon beringin ini hampir pasti  mengusung pasangan Ivan Sarundajang (Ivansa) dan Careig Nachel Runtu  (CNR).

Dua figur populis itu menempati  urutan teratas dalam penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati Minahasa 2018 yang digelar Partai Golkar, Jumat (30/6/2017) di Tompaso.  Ivansa yang saat ini menjabat Wakil Bupati Minahasa memperoleh 221 suara dan CNR yang notabene Ketua DPD Golkar Minahasa meraup 208 suara. Perolehan suara kandidat lain sangat minim.

“Hasil itu menandakan Golkar bulat mendukung keduanya. CNR dari internal Partai Golkar, sementara Ivansa dari eksternal. Keduanya dikenal luas masyarakat. Jadi sangat layak diusung Golkar di Pilkada Minahasa 2018,”  ujar sumber Megamanado di internal Partai Golkar saat dihubungi Sabtu (1/7/2017).

Ia menyebut kalau belum ada pembicaraan soal siapa yang menempati papan satu. Kendati demikian,  Golkar kemungkinan memberi kesempatan kepada Ivansa untuk  papan satu dan CNR sebagai wakilnya.

“Sebagai Wakil Bupati Minahasa saat ini, Ivansa mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Jadi ia sudah punya pengalaman. Itu menjadi pertimbangan menempatkannya untuk bakal calon bupati.  Akan sangat dahsyat kalau CNR sebagai kader muda potensial dan  ketua partai dipasangkan dengan Ivansa,” jelasnya.

Isyarat Golkar  mengusung Ivansa-CNR  memang sudah terbaca khalayak umum saat mantan Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang  (SHS) yang tak lain adalah ayah Ivansa bertemu secara khusus dengan Ketua DPD Golkar Sulut Stefanus Vreeke Runtu  (SVR), juga orang tua dari CNR.   “Bersatunya SHS-SVR menjadi kekuatan yang luar biasa bagi Golkar dalam upaya memenangkan Ivansa-CNR,”  kata Ketua Forum Diskusi Pemuda Minahasa dan Tomohon (FDPMT), Adri Muthalib.

Alumnus FISIP Unsrat ini memuji langkah Golkar yang cepat mengambil sikap menghadapi Pilkada Minahasa. “Ini memudahkan Golkar untuk melakukan konsilidasi dan membangun koalisi. Sementara partai belum siap,”  ujar Adri lagi. (nji)

 

 

Related posts