Komisi B DPRD Manado Fasilitasi Pertemuan Pedagang dan Direksi PD Pasar

  • Whatsapp
Personil Komisi B DPRD Manado yang memfasilitasi pertemuan pedagang dan Direksi PD Pasar (Foto: mm)

MANADO-Komisi B DPRD Manado memediasi pertemuan pedagang dan Direksi PD Pasar, Senin (15/5/2017).  Komisi yang membidangi perkenomian ini mengambil inisiatif tersebut setelah ratusan pedagang pasar tradisional melakukan demo ke Kantor Wali Kota dan kantor DPRD Manado.

Drektur Umum PD Pasar Hendra Zoendardji menyampaikan pandangannya (foto:mm)

Dalam orasinya, mereka meminta agar DPRD mencabut Peraturan Direksi (Perdis) No 1 tahun 2017. Demo dimulai dari halaman kantor Walikota, dan diterima Kaban Kesbangpol dan jajarannya. Setelah itu para pedagang melanjutkan aksinya ke kantoir DPRD Manado.

Di kantor DPRD para pedagang diterima Pimpinan Komisi B Pingkan Nuah serta para legislator diantaranya, Benny Parasan, Syarifudin Saafa, Markho Tampi, Hengky Kawalo Ibrahim Nur Wahid dan Nurrasyid Abdurrahman serta Lilly Walanda. Para pedagang kemudian diundang untuk menyampaikan aspirasi mereka didalam Ruang Rapat Paripurna DPRD, dengan menghadirkan Badan Pengawas (Banwas) serta Direktur Umum PD Pasar Hendra Soenardji

Para pedagang yang hadir (foto:mm)

Kabag Oprasional Brilian Charles, Kabag Humas Hentje Lumentut dan Kordinator Pasar bersehati. Dialog berlangsung cukup alot, sebab DPRD permintaan pedagang tidak disetujui pihak Direksi PD Pasar. Dalam Rilisnya perwakilan pedagang meminta, agar kenaikan retribusi/sewa kios dikembalikan seperti semula dan tidak menggunakan Perdis.

Selain itu, para pedagang meminta agar pembongkaran kios dihentikan. Pimpinan rapat yang dikendalikan Pingkan Nuah kemudian meminta pendapat PD pasar mengenai permintaan pedagang. Hendra Soenardji selaku Dirum tidak berani mengambil keputusan.

Para pedagang serius mengikuti pertemuan (foto:mm)

”Kami tidak bisa mengambil keputusan sebab penataan pasar adalah program yang sudah berjalan. Jika penataan dihentikan maka para pedagang yang sudah ditata akan menganggap kami Direksi PD Pasar main-main,”kata Hensu biasa Hendra disapa.

Disisi lain Hensu menjelaskan, bahwa pihaknya tidak melakukan pembongkaran tempat berdagang tetapi melakukan penataan.”Jadi tolong bedakan, pembongkaran dan penataan,”tegas Hensu.

Tiga wakil rakyat ini ikut memberikan masukan (foto:mm)

Untung saja para wakil rakyat bisa menjadi fasilitator yang baik antara pedagang dan Direksi PD Pasar. ”Mohon kepada Direksi PD Pasar memberikan waktu untuk menyelesaikan masalah ini. Saya kira kita juga harus memahami gejolak yang terjadi saat ini. Nanti setelah itu kita akan duduk bersama untuk mencari solusi terkait permintaan para pedagang hari ini. Hanya dua hari,” ujar  personil Komisi B Lily Walanda.

Tawaran tersebut diterima pedagang dan Direksi PD Pasar. “Untung wakil rakyat bisa memediasi kepentingan pedagang dan direksi. Kalau tidak, pertemuan dan unjuk rasa berlangsung sampai malam,”ujar salah satu ASN yang meminta namanya tidak dimediakan. (liputan khusus/rey mengko)

 

 

 

Related posts