Sulut Beranda Terdepan Wilayah Perbatasan, Olly Minta Aparat Kerja Keras Jaga Perairan Laut

  • Whatsapp
Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat menghadiri pembukaan 8th Maritime Security Desktop Exercise 2017 di Manado.( Foto: hms Bakamla RI)

MANADO– Kejahatan transnasional dan internasional di laut, terus mendapat perhatian sejumlah negara, terlebih negara negara yang memiliki batas wilayah perairan laut, seperti halnya Indonesia.

Provinsi Sulut sendiri, merupakan beranda terdepan wilayah perbatasan antara NKRI dengan negara Filipina dan tidak menutup kemungkinan cukup rawan dengan tindak kejahatan di laut.

Untuk itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE meminta agar aparat keamanan termasuk Bakamla, Polri dan TNI AL boleh melakukan pengawasan yang ketat bahkan sedapat mungkin membebaskan laut Sulawesi Utara dari aksi kejahatan dari pihak pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Pemprov Sulut senantiasa memberi dukungan secara optimal terhadap Bakamla, Polri dan TNI AL untuk menjaga perairan Sulut dari tindakan kejahatan, apalagi di perairan perbatasan dengan negara tetangga kita, Filipina,” tandas Gubernur Dondokambey saat membawakan sambutan pada acara pembukaan 8th Maritime Security Desktop Exercise, Senin (8/5/2107) di Aryaduta Hotel Manado.

Apalagi, kata Gubernur Sulut, pada pekan silam telah dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Philipina Rodrigo Roa Duterte, jalur perdagangan laut dengan diluncurkan Kapal Roll on/Roll off (RoRo) yang melayari rute Davao – General Santos (Gensan) Philipina menuju Bitung (Indonesia).

“Untuk itu, aparat terkait sangat penting menjaga laut kita, agar bebas dan terhindar dari hal hal yang tidak baik,” ujar Gubernur pilihan rakyat ini.
Gubernur Sulut, atas nama Pemprov dan masyarakat, memberi apresiasi terhadap pelaksanaan acara 8th Maritime Security Desktop Exercise yang berlangsung pada 8 -11 Mei 2017.

Dia berharap para peserta dari sejumlah negara yang mengikuti kegiatan ini, dapat menemukan kiat kiat untuk penanggulangan kejahatan di laut, terlebih kejahatan perdagangan narkoba dan penerapan hukum laut internasional.

Kegiatan yang melibatkan sejumlah perwakilan negara, menjadi pula kesempatan bagi pemerintah daerah di Sulut untuk mempromosikan potensi dan keunggulan pariwisata di daerah ini.“Semoga dengan kegiatan internasional ini, menjadi sebuah terobosan pertama untuk mempromosikan pariwisata daerah kita, sehingga saat mereka kembali ke negara masing masing, mereka dapat menceritakan keindahan pariwisata daerah kita,” ungkap Gubernur Dondokambey saat jumpa pers bersama Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo SE,MH, Michael Outram APM selaku Deputy Commissioner of ABF dan Sandi, SH,MH selaku Director of Cooperation Bakamla RI. (nji)

Related posts