Wakil Ketua MPR RI Jemput Aspirasi Warga di Bitung dan Manado

  • Whatsapp

MANADO-Wakil Ketua MPR RI, EE Mangindaan menggelar reses selama dua hari,  20-21 Februari di  Bitung dan Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Reses ini menurut mantan Menteri Perhubungan ini penting untuk mengetahui capaian pembangunan dan apa keinginan masyarakat untuk kelanjutan pembangunan ke depan.

Di setiap mengadakan tatap muka dengan warga, Mangindaan juga mensosialiasikan pilar kebangsaan. “Sebagai wakil rakyat di pusat, saya punya kewajiban mengajak dan mengingatkan seluruh warga Sulawesi Utara, untuk menjaga pilar kebangsaan kita,” kata Mangindaan, di Manado.

Mangindaan mengatakan, empat pilar kebangsaan tersebut adalah pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, yang membuat Indonesia kuat dan bertahan di tengah krisis yang terjadi.

Menurut Mangindaan, dalam kondisi bangsa yang mulai banyak dirongrong dengan paham-paham individualistis, dimana desintegrasi bangsa terus mengancam, maka empat pilar kebangsaan harus terus disampaikan kepada anak bangsa untuk mengingatkan, pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan.

“Karena ada banyak faktor yang mengancam, seperti pemahaman dan pengamalan nilai-nilai pancasila dan agama yang sempit, serta mulai lunturnya penghargaan kepada kemajemukan membuat empat pilar kebangsaan harus terus disosialisasikan,” katanya.

Selian itu, kata Mangindaan, globalisasi dan pengaruh budaya asing terus, menggerus rasa cinta tanah air sehingga MPR-RI memiliki kewajiban untuk mengingatkan seluruh anak bangsa untuk menjaga keutuhan negara.

Maka sosialisasi empat pilar kebangsaan, kata Mangindaan, menjadi salah satu solusi penting untuk menyadarkan seluruh masyarakat akan pentingnya tetap menjaga integrasi bangsa demi persatuan dan kesatuan.  “Empat pilar harus terus disosialisasikan ke semua lapisan,” ucapnya.

Mantan Gubernur Sulut ini menyampaikan rasa bangganya karena sosialisi empat pilar di daerah Nyiur Melambai berjalan cukup baik dan direspon dengan sikap positif masyarakat.

“Sulut menjadi barometer toleransi yang merupakan wujud dari semangat Torang Samua Basudara. Kondisi ini harus terus dijaga bersama, karena dengan begitu tidak ada sekat-sekat yang tercipta di masyarakat,” imbuhnya. (den)

Related posts