Hanya untuk Upacara, Pelajar SDN Siladen Harus Menyeberang ke Pulau Bunaken

  • Whatsapp

MANADO-Pengorbanan dan semangat pelajar SDN Inpres Siladen memperoleh pendidikan yang memadai layak diapresiasi. Selain  sarana terbatas, tenaga pengajar yang hanya enam orang,  mereka juga tak pernah mengeluh saat harus menyeberang Pulau Bunaken hanya untuk mengikuti upacara.

“Sudah sejak empat atau lima tahun anak sekolah di sini tak pernah lagi upacara bendera layaknya sekolah lain. Lahan tempat upacara sudah dijadikan proyek. Khusus untuk guru kalau mau upacara harus nyeberang ke Pulau Bunaken,” tutur Irene Riung, salah satu orang tua murid kepada wartawan di Manado, Kamis (16/2/2017).
Ia mengaku prihatin atas kondisi yang ada. “Pendidikan di sini tidak mendapat perhatian. Gedung sekolahnya saja cuma tingkat SD. Tidak ada SMP apalagi SMA. Semangat pelajar menimbu ilmu tidak diimbangi dengan fasilitas yang memadai,” ucapnya.

Deasy Rompas selaku Owner TantaMoon Resort  Pulau Siladen membenarkan kondisi tersebut. Menurut dia, semangat mengenyam pendidikan anak-anak di sana tak sebanding dengan sarana dan pra sarana yang ada.

“Anak-anak di sini butuh perhatian lebih. Mereka sangat bersemangat sekolah. Para orang tua juga terus bekerja untuk kebutuhan pendidikan anak-anak mereka,” kata Deasy

Ia mengaku seringkali ikut membantu menyuplai buku dan peralatan tulis menulis untuk para pelajar di pulau itu.  “Semangat itu jangan sampai memudar. Kita ingin generasi penerus memiliki bekal ilmu yang cukup,” ucapnya.

Sampai berita ini diturunkan, Kadis Pendidikan Kota Manado Deasy Lumowa belum berhasil dimintai tanggapannya. Namun begitu, Ketua Komisi A DPRD Manado Royke Anter berjanji akan menindaklanjuti kondisi pendidikan disana.

“Akan kami sampaikan ke pemerintah kota. Sebenarnya kami sudah memikirkan dilakukan pemekaran agar Siladen menjadi kelurahan sendiri. Dengan begitu roda pemerintahan termasuk sektor-sektor penunjang lainnya akan berjalan lebih optimal,” tukas Anter. (rey)

 

Related posts