Dukung Film Indonesia, Olly Ikut Nobar Senja Kala di Manado

  • Whatsapp

MANADO-Gubernur Sulut, Olly Dondokambey menyempatkan waktu untuk nonton bareng  (nobar) gala premire film Senja Kala di Manado, Jumat (25/11/2106) di Xinema XXI Mega Mall.  Sejumlah pejabat Pemprov Sulut  dan artis pendukung juga terlihat pada  kegiatan pemutaran perdana film  yang mengeksplore keindahan alam serta budaya Indonesia, khususnya Minahasa.

Olly tampak antusias menyaksikan akting artis-artis Kawanua seperti Mikha Tambayong, Rima Melati, Ray Sahetapy, Fero Walandouw dan Remmy Sylado  yang menjadi pemeran utama di film  bergenre drama ini.  “Film ini ikut mempromosikan Sulut dengan mengeksplore keindahan alam serta budaya Minahasa. Maju terus film Indonesia,” kata Olly.

Film yang disutradarai ole Deni Pusung ini memang sedang ditunggu warga Nyiur Melambai.   Selain mengangkat budaya Minahasa,  hampir keseluruhan proses shootingnya di Sulut, 6o persen di antaranya di Tomohon.

Tempat wisata Bukit Doa, Danau Linouw, Puncak Rurukan, Gunung Lokon, Gunung Mahawu, serta masih banyak lagi tempat yang indah yang di miliki oleh kota Tomohon dieskplore dalam  film ini.  Bahkan yang menarik duet pemimpin Tomohon, Walikota Jimmy Eman dan Wakil Walikota Syerly Adelyn Sompotan juga ikut ditampilkan.

Sesuai sinopsisnya, film ini  mengisahkan konflik tiga generasi, yaitu oma, orangtua, anak dan cucu. Ketika cinta anak muda diperhadapkan persoalan tradisi, kultur dan keluarga.

Cinta memang tak pandang usia, ras/golongan, maupun derajat kehidupan manusianya. Cinta dalam pengertian asmara menjadi masalah ketika cinta terbentur pada rasa, di sinilah kadang logika tak berdaya. Rasa yang berbicara. Kasih sayang semata menjadi pemenangnya.

Johny WW Lengkong, seorang pelaut, pria yang masih nampak gagah, setelah hampir 20 tahun meninggalkan keluarganya, akhirnya kembali ke Manado. Kepulangannya sekaligus menebus rasa cinta yang telah ia sia-siakan selama ini, dengan harapan mamanya yakni oma Marlene, dan istrinya yakni Lucy, mau menerima dan memaafkannya.

Namun, Lucy telah meninggal dunia, dengan meninggalkan seorang putri cantik bernama Pingkan. Johny pun merasa bersalah dan berjanji akan mengurus dan menyayangi Pingkan anak kandungnya yang ia tinggalkan sejak berada dalam kandungan ibunya.

Disisi lain, Pingkan yang selama ini tahu kalau ayahnya sudah meninggal di laut, dengan terpaksa harus menerima kehadiran Johny, ayah kandungnya.

Niat baik Johny untuk membahagiakan keluarganya terutama Pingkan, ternyata tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Pingkan justru merasa kehadiran Johny mengganggu hubungan asmaranya dengan kekasihnya bernama Brandon.

Dalam penglihatan Johny, sebagai mantan playboy, dirinya yakin benar kalau Brandon itu ibarat sosoknya selagi muda. Laki-laki yang suka mempermainkan perasaan wanita. Johny pun pernah melihat Brandon bersama wanita lain.

Dengan alasan rasa sayang, Johny tidak ingin Pingkan anaknya jatuh ke tangan seorang playboy yang akan merusak masa depan Pingkan. Hingga terjadilah konflik antara Johny dan Pingkan. Walaupun dari dulu Pingkan menginginkan sosok papa, tapi bukan sosok papa seperti Johny yang suka melarang keinginannya. (don)

 

 

Related posts