Harga Cengkih Kembali Anjlok, Setli Kohdong Cs Ketuk Hati Pengusaha Rokok

  • Whatsapp

MANADO-Harga cengkih di pasaran Sulut kembali turun di level Rp89.00 ribu/kg kering. Wakil Ketua Asosiasi Petani Cengkih Indonesia (APCI) Sulut, Paulus Adrian Sembel (PAS) merasa heran setiap menghadapi pra panen dan saat mennyambut natal dan tahu baru, harga komoditas cengkih selalu anjlok di pasaran.

“Trend pasar? Harga cengkih memang mengikuti mekanisme pasar. Ini menyengsarakan petani,” kata PAS kepada wartawan di Manado, Kamis (24/11/2016).

Mantan Ketua Komisi A DPRD Tomohon ini pun mengetuk hati pemilik perusahaan rokok besar seperti Djarum, Bentoel, Gudang Garam dan Sampoerna untuk membei langsung cengkih ke petani. “Kebutuhan perusahaan rokok setiap tahunnya melebih dari hasil produksi yang tersedia. Seharusnya perusahaan rokok bisa membeli langsung ke petani,” ucapnya.

Pengurus APCI Sulut lainnya, Setly Kohdong berharap perusahaan rokok lebih memperhatikan nasib petani cengkih. “Rokok sudah menghasilkan konglemarat papan atas di Indonesia. Berkat rokok pula mereka bisa melakukan ekspansi ke bidang lain. Kami hanya meminta pedulian perusahaan rokok untuk petani,” kata mantan anggota DPRD Minsel ini.

Kohdong meminta pemerintah melakukan suatu upaya untuk menaikkan pendapatan petani cengkih yang selalu termarjinalkan. “Triliunan rupiah diperoleh  dari cukai rokok setiap tahunnya. Sudah seharusnya pemerintah peduli terhadap nasib petani,” ungkap aktivis vokal ini.

Wakil Ketua DPRD Sulut, Wenny Lumentut yang dimintai tanggapan mengaku akan berjuang untukk meningkatkan kesejahteraan petani cengkih di daerah Nyiur Melambai. “Sabar saja, saya kira satu dua hari harga cengkih akan kembali naik,” kata Lumentut. (don)

 

Related posts