Koyongian Sentil Masalah Tapal Batas, Warga Woloan Dambakan Lapangan Sepakbola dan Pembangunan Terminal Kayu

  • Whatsapp

TOMOHON-Masalah  tapal batas Tomohon dan Minahasa teryata belum tuntas.  Legislator Tomohon Jack Koyongian yang hadir saat reses personil Komisi IV DPRD Sulut, Lucia Taroreh di Woloan, Selasa (23/8) malam berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) bisa menuntaskan masalah ini.

Menurut  Koyongian, DPRD Tomohon dan Minahasa sudah pernah melakukan pertemuan membahas persoalan tersebut. Dua institusi ini juga sudah mengkonsultasikan permasalahan ini ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kemendagri mengembalikan ke Pemprov Sulut. Peran DPRD Sulut, Ibu Lucia Taroreh dan kawan-kawan sebagai fasilitator dalam persoalan ini sangat penting.  Kami berharap masalah ini bisa selesai. Perlu diiingat dua wilayah masing-masing memiliki pegangan aturan,” ujar wakil rakyat dari Fraksi Partai Golkar Tomohon ini.

Koyongian juga mengetuk hati Lucia Cs di DPRD Sulut untuk memikirkan solusi mengenai kawasan Gunung Mahawu yang akan dijadikan salah satu destinasi wisata.  “Rencana ini terbentur persoalan
tata ruang yang mengatur bahwa kawasan tersebut masuk dalam kawasan konservasi hutan. Pemerintah dan masyarakat Tomohon menginginkan ini sebagai destinasi wisata demi menggairahkan sektor wisata dan menambah PAD bagi daerah,” ucapnya.

Lucia dan da warga usai dialog (ist)
Lucia dan da warga usai dialog (ist)

Selain dua persoalan yang dibeber Koyongian,  hal lain yang terangkat dalam reses yang dihadiri banyak warga Woloan itu adalah perlunya pembangunan terminal kayu.  Maklum, Woloan merupakan daerah pengrajin terbesar pembuatan rumah panggung.

“Rencana ini sudah pernah dibicarakan. Saat itu disebut kalau pembangunan terminal katu akan dipusatkan di Bitung dan sub terminalnya ada di Woloan, Tomohon. Tapi, kami tidak tahu kenapa rencana ini tak kunjung terealisasi. Padahal para pengusaha rumah panggung  yang ada di Tomohon ini sangat membutuhkannya,” kata  Ferdinand Datu, warga Woloan.
Sementara dari kalangan anak muda, terlontar usul untuk membangun lapangan sepak bola demi menggairahkan kembali olahraga paling populer di masyarakat. “Tomohon pernah melahirkan pemain nasional, Djendry Pitoy.  Kiranya pemerintah bisa membangun lapangan sepakbola di Woloan,” ucap Doan.
Menanggapi persoalan terkait tapal batas wilayah Tomohon dan Minahasa, Taroreh mengungkapkan akan melakukan koordinasi dengan komisi I DPRD Sulut yang membidangi masalah tersebut. “Masalah tapal batas sangat penting, sebab hal tersebut erat kaitannya dengan tertib administrasi.  Persoalan ini akan saya teruskan ke komisi I yang menjadi Tupoksi mereka.  Demikian pula mengenai pembangunan terminal kayu di wilayah Tomohon yang memang sangat dibutuhkan  para pengusaha rumah panggung.  Ini juga dapat memudahkan pemerintah melakukan pengawasan produksi kayu sehingga diharapkan dengna adanya terminal kayui ini bisa mencegah illegal loging,” Taroreh memaparkan.

Menyangkut fasilitas olahraga,  politisi PDIP ini menyebut i pemerintah melalui Kemenpora  telah memprogramkan pembangunan .1000 lapangan sepak bola untuk desa.” Saya juga berharap  di tahun anggaran 2017 bantuan pembangunan lapangan sepak bola di Sulut telah terealisasi,  khusus bagi masyarakat Woloan. Sebagai wakil rakyat Minahasa dan Tomohon, saya akan berupaya agar salah satu lapangan sepakbola dibangun di Woloan,” kata Taroreh. (yes)

Related posts