Harga Rokok Naik, Moniaga Harap Cengkih Kembali Melonjak

  • Whatsapp

MANADO– Harga rokok dikabarkan akan naik dua kali dalam waktu dekat ini. Rencana kenaikan tersebut kini jadi pembicaraan hangat masyarakat. Ada yang pro, ada pula yang kontra.

Menurut legislator Sulut, Yuddy Moniaga setiap kebijakan pasti melahirkan pro dan kontra. Ia sendiri yakin pemerintah pusat sudah mengkaji dari berbagai aspek.  “Kita di daerah tinggal menunggu perkembangan dan melihat sejauh mana dampaknya. Kalau merugikan secara langsung, ya kita protes,” kata Yuddy saat dihubungi media ini.

Ketua Fraksi Gerindra ini mengkomparisakan harga rokok dalam negeri dan luar negeri. “Harga rokok luar negeri memang tinggi. Bisa jadi pemerintah bercermin dari sana. Tapi, jangan sampai kebijakan ini justru menghancurkan industri rokok dalam negeri. Jangan setelah itu, produk rokok luar negeri lebih laris, ini merugikan kita,” Yuddy memaparkan.

Legislator asal daerah pemilihan Minsel dan Mitra ini memendam asa kenaikan harga akan berdampak terhadap kenaikan harga cengkih. “ Kalau harga cengkih naik, tentu menguntungkan Sulut. Hidup petani cengkih kita akan sejahtera. Kita lihat perkembangan saja,” ujarnya.

Sementara pengamat ekonomi Sulut, Jek Sumerar SE meminta wakil rakyat, baik di pusat maupun di DPRD Sulut untuk mengkaji rencana tersebut dengan matang. Jek tak ingin pemerintah terjebak pada kampanye anti-rokok yang bisa saja ditunggangi kepentingan asing. “Saya baca di beberapa media,kalau di balik ini ada agenda asing yang hendak menghabisi industri rokok kita,” kata Jek.

Alumnus Fakultas Ekonomi Unsrat ini mengatakan industri rokok dalam negeri bisa gulung tikar jika pemerintah sampai menuruti ide dan agenda asing. “Saat ini saja industri rokok baik golongan industri kecil dan menengah sudah terpukul oleh kebijakan pemerintah tentang penerapan cukai rokok,” dia menegaskan.

Dia menyebut kebijakanini agak terburu-buru.  Dalam kalkulasi Jek,  jika harga setiap bungkus rokok rokok sampai di atas Rp 50 ribu maka industri rokok dalam negeri yang berskala besar pun akan rontok. Nah kalau  industri rokok dalam negeri gulung tikar,  maka efek turunannya akan sangat serius.

“Jika pabrikan rokok gulung tikar, maka jutaan pekerja di sektor tembakau, termasuk cengkih akan menganggur, dan catatan kemiskinan Indonesia akan semakin besar. Para petani tembakau dan cengkih,  jelas kena imbasnya dan berdampak pada perekonomian nasional,”  kata Jek. (*/don)

 

Related posts