Dari Bundaran HI ke Gedung Tikala

  • Whatsapp

UNTUK rasa ribuan buruh di bundaran Hotel Indonesia (HI) nyaris tanpa greget atau hanya sekedar ajang kumpul masa seandainya Benny Parasan tidak muncul. Kebetulan menginap di hotel yang dibangun di era Presiden Soekarno itu, Benny kemudian membaur masuk dalam barisan pengunjuk rasa tersebut. Mengetahui salah satu koordinator dan orator  berhalangan, dia tampil di muka dan berbicara..

Benny tidak memposisikan buruh sebagai agitator. Pun tidak mengajak demonstran  menentang kebiijakan pemerintah dan pengusaha. Dia hanya menyodorkan fakta soal hidup buruh yang rata-rata memprihatinkan dan berharap masalah ini menjadi perhatian bersama. Dia juga sukses merekatkan persatuan buruh yang datang dari berbagai wilayah terdekat seperti Bogor, Bekasi dan Tangerang.

Kisah Benny membius ribuan massa buruh tersebut terjadi 16 tahun lalu. Kisah ini pula yang memunculkan spirit mantan Ketua Kerukunan Basis Sopir Kota Manado ini maju mengabdikan diri untuk kepentingan orang banyak dengann terjun di panggung politik.

“Usai berorasi, seorang jurnalis menyarankan Pak Benny untuk bertarung memperebutkan kursi di lembaga legislatif. Kata jurnalis tersebut, perjuangan buruh akan membuahkan hasil kalau ada orang seperti Pak Benny masuk dalam sistem. Boleh jadi karena hasutan wartawan, beliau akhirnya mengambil keputusan berkiprah di dunia politik,” ujar Franky Sultan, dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta.

Benny setelah itu memang langsung turun gelanggang politik. Dia menerima pinangan Partai Damai Sejahtera (PDS) dan langsung didapuk sebagai Ketua DPC Manado periode 2004-2009. Dasar punya jejaring yang bagus, disenangi masyarakat dan punya pengalaman berorganisasi, Benny sukses membawa PDS sejajar dengan partai besar lainnya di ibukota Provinsi Sulut.

Selain meloloskan beberapa kadernya duduk di DPRD Manado, Benny juga berhasil merebut tampuk pimpinan Komisi A. Politisi yang rutin bermain futsal ini mengulang sukses yang sama pada periode 2009-2014dengan kembali terpilih sebagai anggota legislatif dan menjadi pimpinan Komisi C.

Ketika PDS di pusat dinyatakan tak lolos verivikasi, pria asal Toraja ini melakukan lompatan bergabung dengan Gerindra. Lagi-lagi dia lolos ke lembaga legislatif. Berarti sudah tiga periode Benny mewarnai pembangunan di Manado melalui kiprahnya di lembaga legislatif. “Saya ingin terus mengabdikan diri untuk kepentingan banyak orang,” kata Benny. (*/Edisi Profil/mm/alex)

Related posts