Ingin Cap Tikus Tembus Pasar Nasional dan Internasional? Ini Saran Robert Tambuwun

  • Whatsapp

MANADO-Minuman khas Sulut, Cap Tikus sudah dikenal luas masyarakat Indonesia. Namun karena pemasarannya  yang masih konvesional, Cap Tikus sulit menjangkau wilayah lain di luar Sulut. Pengusaha dan politisi  muda Manado, Robert Tambuwun memehatikan khusus hal tersebut. Dia berharap pemerintah daerah mau mempromosikan  minuman tersebut  ke pelaku usaha nasional dan internasional.

“Cap Tikus harus dipromosikan supaya bisa menembus pasar nasional.  Setiap ke Jakarta dan ke luar negeri saya selalu promosi  Cap Tikus,”  kata  Ketua Wakil Ketua Komisi A DPRD Manado ini.

Pemilik Hotel Devina Manado ini  menilai Cap Tikus punya potensi  bersaing dengan minuman lainnya.  “Cap Tikus disukai banyak kalangan. Pemesan dari luar banyak, tapi terkendala modal dan regulasi. Ini yang perlu kita carikan solusinya,” ujarnya.

Pria yang baru saja terpilih sebagai Ketua DPC Partai Hanura Manado ini mendorong petani dan pengusaha lokal untuk meningkatkan volume  produksi dan  melakukan terobosan  supaya Cap Tikus go  nasional dan internasional. “Cap Tikus  perlu dipasarkan secara modern dan berlabel. Pemerintah Kota Manado sebenarnya sudah sempat membuat langkah yang tepat dengan  menjadikan Cap Tikus sebagai oleh-oleh khas Manado.  Begitu pula dengan usaha Pemerintah Provinsi Sulut yang memberikan dana tambahan bagi petani dan pengusaha Cap Tikus. Ini perlu dilakukan secara berkesinambungan agar Cap Tikus lebih banyak terjual di luar Sulut,”  Robert menguraikan.

Dia  yakin  income petani dan pengusaha Cap Tikus akan meningkat kalau minuman   berbahan dasar air dari  pohon Aren ini go nasional dan internasional.  “Jika Cap Tikus dikemas baik dan memenuhi standar untuk dipasarkan ke luar  daerah pasti akan memberikan efek ekonomi yang luar biasa bagi warga Sulut,” kata Robert yang dibenarkan Wakil Ketua DPC Hanura, Hut Kamrin.

Robert mengaku tergelitik dengan produk minuman keras kemasan dalam botol dan karton produksi  dalam dan luar negeri. “Kita perlu mengadopsi itu. Memang ini tidak semudah membalikkan telapak tangan karena mengingat modal yang dibutuhkan cukup besar,  namun harus tetap dicoba,” pungkasnya.(yes/alx)

Related posts