Aneh!!! Tak Ada SPP, Pelajar SMA 2 Ini Dituntut Bayar Uang Sekolah….

  • Whatsapp

MANADO – Tak ada SPP, tapi pelajar diminta untuk bayar uang sekolah.  Ini kalimat pembuka Rolly Sondakh, orang tua salah satu murid SMA 2 Manado saat bersua dengan sejumlah wartawan, Kamis (28/7/2016). Ia mengaku harus menyampaikan itu karena anaknya sudah sudah satu minggu tak menginjakkan kaki di salah satu sekolah negeri favorit tersebut. Sang anak menurut dia  terbeban dan malu karena kerap ditagih uang sekolah di hadapan pelajar-pelajar lainnya.

“Anak saya menangis minta pindah sekolah karena masalah ini. Saya hanya bisa menasehati untuk sabar dan tetap belajar dengan tekun,” ujar Rolly.

Mantan atlet volly ini menyayangkan tindakan oknum guru yang dalam penilaiannya tidak menunjukkan kewibawan sebagai seorang pengajar. Seharusnya, lanjut Rolly, tenaga pendidik tahu  menjaga perasaan anak didiknya dan memiliki etika.

“Kalau uang sekolah tidak dibayar, oknum guru itu juga mengancam akan mengembalikan anak saya ke kelas dua. Guru kok pakai mengancam? Padahal setahu saya di sekolah itu tak ada SPP,” ucapnya.

Rolly mengakui kalau ada uang komite, kurikulum dan les yang sudah ditetapkan. Namun, semuanya sudah dibayar lunas. “Biar sampe kita badara-dara, mar namanya tuntutan sekolah akan kita bayar. Cuma jangan ja kase malo pa kita pe anak ini,” ungkap Rolly dalam dialek Manado dengan kesal.

Dia menduga, apa yang terjadi pada putrinya juga dialami pelajar lainnya. “Saya kira ada pelajar lain juga mengalamai hal sama. Mau jadi apa sekolah kalau tenaga pengajarnya begitu,” katanya.

Rolly sendiri merupakan lulusan SMA 2 Manado. “Dia saya masukkan di situ karena saya tahu kualitasnya. Tapi, kejadian ini membuat saya sedikit hilang kepercayaan,” ucapnya.

Dia masih terus membujuk sang buah hati untuk tetap sekolah di SMA 2.  “Kalo kita mo kase pindah, apa orang mo bilang pa kita pe anak ini. Kita cuma jaga, jangan sampe ada cerita di luar, kalau kita pe anak ini pindah sekolah karena kasus. Padahal kasiang, depe guru ja kase malo pa dia,” ujar Rolly, lagi-lagi dalam dialek Manado. (don/alx)

 

Related posts