Baru Pemeran Pembantu, Warga Minta Aktor Utama Kasus Solar Cell juga Ditersangkakan

  • Whatsapp

MANADO – Warga Manado mengapresiasi kinerja aparat kepolisian atas ditetapkannya empat tersangka kasus Solar Cell Manado. Penetapan tersebut di mata warga menunjukkan adanya kesungguhan aparat menuntaskan kasus yang sempat menita perhatian publik ini.

“Bagus kalau beberapa tersangka sudah ditetapkan. Kami minta aparat untuk menuntaskan kasus ini dengan baik,” ucap Herman, warga Perkamil.

Warga yakin masih ada aktor lain yang ikut bermain sehingga kasus ini muncul. “Dalam pandangan kami yang baru ditangkap itu peran pembantu saja. Aktor utamanya itu yang harus segera ditangkap. Ini tugas aparat untuk memburu aktor utamanya,” kata Slyvana, warga Wanea.

Diketahui, pada 2014 silam Pemkot Manado menata anggaran penerangan jalan berupa Solar Cell senilai Rp 9 miliar. Itu tertata dalam APBD 2014. Mata anggaran untuk proyek yang sama, pernah ditata tanpa pembahasan di DPRD pada perubahan 2013.

Gagal mengawasi kinerja kontraktor, Pemkot Manado menata lagi di 2014. Dinilah Badan Anggaran (Banggar) DPRD Manado merasa pemerintah mengangkangi fungsi dewan.

Selanjutnya dalam perjalanan waktu, kondisi Solar Cell di lapangan malah tidak jelas. Banyak titik tidak terpasangan. Persis di bulan April 2014 lalu, DPRD memanggil lembaga teknis dan kontraktor untuk memintai pertanggungjawaban. Jawaban sementara cuma dua hal, yakni rusak karena banjir dan butuh maintenance.

Polda mengendus ada penyimpangan lantaran secara fisik Solar Cell kabur. Berkembang informasi perusahaan yang menangani proyek itu tidak bekerja sesuai kontrak. Penyelidikan berlangsung sejak Mei 2014. Hasilnya, kontraktor dan PPK/PPTK Pemkot Manado ditetapkan sebagai tersangka. “Identitas tersangka belum dibeberkan karena proses ini masih panjang,” kata Kasubdit Tipikor Polda Sulut Kompol Gani Siahaan SIK

Berdasarkan penyidikan, nilai kerugian sebesar Rp3 miliar lebih dari total banderol Solar Cell 2014 Rp9 miliar lebih. Gani menyebut indikasi penyimpangan itu tampak pada spesifikasi barang.

Dia mencontohkan  pengadaan baterey untuk lampu jalan yang tidak sesuai dengan spesifikasi di perjanjian kontrak. Jumlah baterey yang tidak sesuai mencapai 500 unit. Tapi ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan, tidak menutup kemungkinan ada barang lain yang menjadi indikasi korupsi.“Pihak penyidik masih terus melakukan penyidikan, bisa saja ada unsur lain yang menjadi indikasi korupsi dan bisa juga menambah tersangka lain,” pungkas Gani. (don)

Related posts