Sambuaga Serahkan Donasi Rp282 Juta ke Buwas untuk Berantas Narkoba

  • Whatsapp

JAKARTA – President Direktur Lippo Group, Theo L Sambuaga yang juga Ketua Dewan Penasihat Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih 14 Februari 1946 atau GPPMP, menyerahkan donasi dana sebesar Rp282.379.094 kepada pihak Badan Narkotika Nasional.

Dana itu berasal dari hasil kolekte Matahari Departement Store, salah satu anak perusahaan Lippo Group, yang disalurkan bersama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia guna mendukung biaya percetakan dari pamflet dan bentuk media sosialisasi lainnya kepada Badan Narkotika Nasional (BNN).

President Lippo Group, Theo L. Sambuaga didampingi Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Nicholas Mandey (juga salah satu Anggota Dewan Pembina GPPMP) langsung menyerahkan paket bantuan itu kepada Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Budi Waseso, di Jakarta, Selasa pekan lalu.

Dilaporkan, bantuan donasi tersebut dimaksudkan untuk membantu BNN dalam melakukan kegiatan sosialisasi pencegahan dengan program Gerakan Anti Narkoba yang biasa disosialisasikan melalui spanduk, stiker, pamflet di sejumlah lokasi strategis dan ramai di seluruh wilayah Indonesia.

Ditambahkan, dalam program serah terima donasi yang berasal dari program donasi melalui kasir PT Matahari Department Store (MDS) yang merupakan salah satu anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) tersebut, diserahkan bantuan donasi anggaran percetakan gerakan pencegahan narkoba BNN sebesar Rp282.379.094.

Theo Sambuaga, mengatakan, pemberian‎ donasi tersebut merupakan bentuk komitmen dan kepedulian dari ‘customer’ MDS yang memberikan sumbangan saat berbelanja di seluruh cabang ‘outlet’ di sejumlah lokasi pusat perbelanjaan di Indonesia.

“‎Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat juga memiliki kepedulian terhadap gerakan anti narkoba yang saat ini masuk dalam kategori kejahatan luar biasa (extra ordinary crime), dan kami juga akan terus memfasilitasi berbagai macam bentuk dukungan kepada BNN untuk menjalankan fungsi pencegahannya dengan baik,” ujar Theo.

Disebutnya, dana tersebut akan digunakan untuk membantu biaya percetakan peralatan kampanye gerakan anti narkoba yang biasa dilakukan oleh BNN di sejumlah lokasi rawan dan masih tinggi tingkat peredaran narkotikanya. “Kami sangat mendukung program kerja BNN, apalagi dibawah kepemimpinan Pak Budi Waseso saat ini sangat terlihat hasil kerja nyata baik pengungkapan kasus maupun program pencegahan yang menyeluruh,” tambah Theo.

Selain memberikan bantuan donasi percetakan media kampanye anti-narkoba, ia juga mengaku akan membantu ‎menampilkan iklan dan gerakan anti narkoba di sejumlah anak perusahaan yang memang berkecimpung di bidang media. “Kami siap untuk menjadi media sosialisasi gerakan pencegahan anti Narkoba dari BNN dengan menampilkan secara rutin di Berita Satu TV yang masuk dalam jaringan televisi ‎Big TV dan Firstmedia, selain itu iklan pamflet gerakan anti narkoba juga akan kami tampilkan di 70 layar screen outlet bioskop Cinemaxx yang tersebar diseluruh Indonesia,” kata Theo lagi.

Ia mengungkapkan, kegiatan program pencegahan narkoba yang dilakukan oleh BNN merupakan salah satu program nasional pemerintahan ‎Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang harus didukung oleh seluruh stakeholder termasuk dalam hal ini kalangan pengusaha atau swasta.

“Bila program gerakan pencegahan narkotika ini berhasil, maka keluarga kita akan jauh lebih aman dari ancaman bahaya peredaran narkoba,” tandasnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh ‎Ketua Umum Aprindo, Roy Nicholas Mandey, yang mengaku akan membantu pihak BNN dalam melakukan sosialisasi gerakan anti narkoba melalui pemasangan media pamflet dan sejenisnya di gerai-gerai toko retail yang ada di seluruh wilayah Indonesia. “Kita pasti dukung gerakan ini, karena narkoba merupakan salah satu ancaman bagi generasi muda bangsa kita, dengan sosialisasi melalui toko retail diharapkan mereka bisa menjauhi narkoba yang bisa merusak masa depan dan cita-citanya,” kata Roy. (bsc/don)

 

Related posts