Warga Mulai Ragu Belanja Daging di Pasar Swalayan Terkenal Ini

  • Whatsapp

MANADO-Temuan adanya daging busuk yang dijual Multimart saat Komisi B melakukan inpeksi mendadak (sidak), Selasa (7/6), membuat sejumlah warga Manado ragu berbelanja di salah satu pasar swalayan terkenal tersebut. “Pasar swalayan ternyata bukan jaminan. Sementara saya tak belanja daging di Multimart dulu,” kata Hermina, seorang ibu rumah tangga asal Wanea, Rabu (8/6).

Reni asal Singkil juga menyatakan hal yang sama. “Puasa beli daging dulu,” katanya tertawan.

Warga berharap manajemen Multimart segera melakukan perbaikan sehingga semua yang dijual layak dikonsumsi. “Sampai saat ini belum permintaan maaf dari manajemen Multimart, padahal sudah ketahuan menjual daging busuk,” ungkap Terry Umboh, aktivis LSM.

Seperti diketahui, Komisi B DPRD Manado bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota menemukan daging busuk di Multimart Wanea saat sidak.

“Kami menemukan daging sapi, ayam, udang dan ikan busuk dalam sidak di pasar swalayan tersebut,” kata Ketua Komisi B Revani Parasan, di sela-sela sidak tersebut.Parasan mengatakan, sudah mengingatkan pemilik swalayan untuk segera menyingkirkan semua barang-barang tidak layak konsumsi tersebut agar tidak merugikan konsumen.Bukan hanya daging busuk saja, tetapi juga barang-barang dengan kemasan tidak layak jual terpajang, sehingga langsung diamankan agar tidak merugikan konsumen.

Sekretaris komisi B, Jimmy Sangkay, menyesalkan terjadinya hal tersebut, menurutnya seharusnya Multimart menyadari pentingnya menjaga kualitas barang. “Jangan sampai barang yang busuk dan tidak layak konsumsi terjual karena kelalaian pihak pasar swalayan,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Manado, Dante Tombeg, langsung menegur manajemen Multimart, karena hal tersebut jelas-jelas merugikan konsumen.
“Kami sudah berkali-kali mengingatkan manajemen untuk berhati-hati dan memperhatikan agar barang-barang kedaluwarsa jangan sampai terjual, bahkan kami memberikan pembinaan kepada mereka,” katanya.

Tombeg mengatakan memang untuk membuat para pemilik swalayan jera, Disperindag Manado akan melakukan tindakan tegas, sehingga tidak lagi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sedangkan pihak multimart langsung bertindak mengamankan semua barang-barang yang tidak layak tersebut, sehingga tidak terjual kepada konsumen.

Sayang sampai berita ini diturunkan, perwakilan Multimart tak bisa dimintai keterangan tentang hal tersebut. “Kami hanya karyawan biasa, tak bisa memberi pernyataan,” kata salah satu karyawan di Multimart pusat. (leo)

Related posts