DPRD Manado Seriusi Kasus Sengketa Tanah dan Terima Aspirasi Warga Malalayang

  • Whatsapp

MANADO-DPRD Manado siap memediasi permasalahan tanah antara masyarakat Lingkungan III, Kelurahan Bailang Manado dengan pihak yang mengaku pemilihan lahan serta instansi terkait. Kesiapan tersebut disampaikan personil Komisi A, Roy Maramis SH saat berdialog dengan puluhan warga Malalayang di ruang rapat gabungan DPRD Manado, Senin (29/2)/2016).

Aspirasi yang disampaikan ini menjadi perhatian serius DPRD Manado. Kami perlu mendengar penjelasan pemerintah, khususnya instansi terkait dan pihak yang mengklaim pemilik lahan,” kata Roy.

Pertemuan dengan warga Bailang di ruang rapat gabungan (humas)
Pertemuan dengan warga Bailang di ruang rapat gabungan (humas)

Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini pun kemudian meminta Satuan Polisi Pamong Praja untuk menunda eksekusi terhadap tanah yang dimaksud. “Kita harus mencari jalan terbaik, tentu berlandaskan aturan,” ungkapnya.

Dalam dialog yang berjalan tertib itu, masyarakat merasa terganggu  dengan dikeluarkannya surat peringatan (SP3) oleh Pemerintah Kota (Pemkot), dalam hal ini Kepala Satuan Polisi Pamong Praja sehubungan dengan akan dilaksanakannya penggusuran terhadap warga yang masih mendiami lahan tersebut. Masyarakat Bailang berharap segera memediasi pertemuan dengan Keluarga Sigar Bea dan Pemkot serta instansi terkait.

Perwakilan warga Malalayang menyampaikan secara tertulis harapan mereka yang diterima Ketua Fraksi Hanura, Stenly Tamo (humas)
Perwakilan warga Malalayang menyampaikan secara tertulis harapan mereka yang diterima Ketua Fraksi Hanura, Stenly Tamo (humas)

“Hanya kepada wakil kami di DPRD Manado, kami mengadukan permasalahan ini. Kami berharap pembangunan ini tidak merugikan warga kecil,” ucap salah satu perwakilan masyarakat Bailang.

Di hari yang sama, DPRD Manado juga menerima aspirasi dari masyarakat Lingkungan I dan II, Kelurahan Malalayang Dua soal ketidakpuasan mereka terhadap kinerja  Lurah Malalayang Dua dan sejumlah kepala lingkungan. “Kinerja lurah dan kepala-kepala lingkungan tidak maksimal. Mereka tidak menjadi abdi yang baik bagi masyarakat,” kata Maxi, salah satu warga Malalayang Dua,

Warga Malalayang Dua di ruang paripurna (humas)
Warga Malalayang Dua di ruang paripurna (humas)

Warga berharap DPRD Manado mengeluarkan rekomendasi pergantian lurah dan kepala-kepala lingkungan ke Pemkot Manado. “Kami ingin pejabat yang mau membaur dan menyediakan waktu melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan,” ujar warga lainnya. n

Empat legislator yang menerima mereka yakni Victor Polii, Stenly Tamo, Roy Maramis dan Anita de Blouwe berjanji untuk meneruskan aspirasi itu ke pihak eksekutif. Keempatnya juga menghimbau semua lurah, kepala lingkungan dan  ASN lainnya untuk bekerja profesional dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. (Liputan Khusus/Lexi Duma)

Related posts