Kerja Keras Wakil Rakyat Manado Tuai Pujian

  • Whatsapp

MANADO-Kerja keras wakil rakyat sepanjang Februari 2016 menuai pujian dari berbagai elemen. Betapa tidak di tengah persiapan menyambut,  melaksanakan dan mengawal Pemilihan Walikota (Pilwako) Manado, 40 legislator Manado masih tetap tekun menjalankan  fungsi pengawasan, legislasi dan budgeting.

“Semua agenda yang ditetapkan  berjalan  baik. Meski sebagian besar  wakil rakyat tim sukses pasangan calon walikota dan wakil walikota, mereka tetap berkantor, aktif di pembahasan Pansus, melakukan hearing dengan mitra terkait, menyediakan waktu menerima konstituen atau warga yang datang menyampaikan aspirasi di sekretariat DPRD Manado serta turun melakukan pemantauan proyek-proyek pembangunan  yang dibiayai negara,” kata Kostan Daromes, warga Kelurahan Malendeng.

Kunjungan kerja Komisi D DPRD Manado di Jakara Barat (humas)
Kunjungan kerja Komisi D DPRD Manado di Jakara Barat (humas)

Sepanjang Februari aktivitas wakil rakyat Manado memang terbilang padat. Mereka intens melakukan rapat dengan mitra terkait untuk pembahasan lima buah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda).  Tak jarang mereka harus terbang ke luar daerah untuk memperkaya dan mematangkan materi Ranperda tersebut.

Para wakil rakyat  juga beberapa kali melakukan  rapat dengar pendapat dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manado guna memastikan penyelenggaraan pemungutan suara  bisa terlaksana dan tidak terhambat lagi.  Ketua DPRD Manado, Nortje Van Bone bahkan menyurat dan menemui langsung Penjabat Walikota Manado, Roy Roring serta berkoordinasi dengan Kapolres Manado,  menemui Gubernur Sulut serta melakukan konsultasi di Departemen Dalam Negeri  (Depdagri) supaya hajatan pesta demokrasi  terbesar di Manado tidak molor lagi dan digelar sesuai aturan. “Sebagai wakil rakyat, kami tak ingin mengecewakan masyarakat,” ujar Van Bone.

Warga Manado curhat soal permasalahan mereka ke para legislator Manado di ruang rapat gabungan (humas)
Warga Manado curhat soal permasalahan mereka ke para legislator Manado di ruang rapat gabungan (humas)

Kesibukan yang super padat itu juga tak membuat Nortje Van Bone dan kawan-kawan melupakan warga yang datang berunjuk rasa atau menyampaikan aspirasi di gedung rakyat Tikala. Kasus tanah, permasalahan bantuan beras miskin, pejabat di tingkat kelurahan atau lingkungan yang diskriminatif atau tidak profesional, pelaksanaan proyek yang tersendat-sendat  dan perubahan  jalur yang disampaikan perwakilan masyarakat, semuanya direspon baik oleh para wakil rakyat.

“Kami puas karena diterima dengan baik oleh anggota DPRD Manado. Walau mereka bukan pengambil kebijakan, kami sudah senang bisa menyampaikan berbagai hal yang kami rasakan dalam proses pembangunan,” kata Terry Umboh, aktivis LSM Manado.

Foto bersama usai sharing dengan beberapa legislator Tapanuli di ruang rapat gabungan DPRD Manado (humas)
Foto bersama usai sharing dengan beberapa legislator Tapanuli di ruang rapat gabungan DPRD Manado (humas)

Jemmy Ranaan, warga Malalayang  menilai kerja keras yang ditunjukkan para legislator Tikala tersebut, merupakan bentuk perhatian terhadap masyarakat. Apalagi, kebersamaan yang terus terjaga bisa dijadikan contoh perpolitikan yang baik.

“Semoga DPR pusat mencontohi DPRD Manado yang kerjanya maksimal dan anggotanya saling menghargai. Apa lagi masuk akhir tahun yang sudah pasti banyak kerjaan serta tugas yang harus segera diselesaikan,” kata  Jemmy. (Liputan Khusus/Lexi Duma)

Related posts