Mindset Masyarakat Tentang KUR Perlu Diubah

  • Whatsapp

MANADO– Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih dipahami secara keliru oleh sebagian masyarakat. Mereka menganggap program pinjaman tersebut merupakan bantuan secara cuma-Cuma dari pemerintah.

Mindset seperti itu menurut Direktur Utama Bank Sulut, Johanis Salibana perlu diubah. “Ya, masih banyak warga yang menganggap KUR adalah dana hibah yang tidak perlu dikembalikan,” ujar Salibana.

Pemahaman yang demikian, lanjut dia, membuat perbankan sulit menyalurkan KUR karena takut menimbulkan kredit macet yang tinggi. “Kredit macet yang tinggi akan  mengganggu kesehatan bank sehingga perbankan selektif dalam penyalurannya,” ungkapnya.

Pengamat perbankan Jacky Tulusan mengakui penyaluran KUR mengalami hambatan karena masyarakat menganggap dana pemerintah yang diberikan tanpa harus dikembalikan. Namun, katanya, secara rutin edukasi terus diberikan kepada nasabah dan masyarakat sehingga mereka mulai paham dan pengembalian KUR mulai berjalan dengan lancar. “`Mindset` masyarakat tentang KUR mulai berubah tercermin dari non performing loan (NPL) yang terus mengalami penurunan,” katanya.

Menurut Jack, edukasi dan pendampingan kepada debitur penerima KUR terus dilakukan. “Pendampingan terus dilakukan dari awal pemberian kredit hingga selesai sehingga debitur terus diawasi dengan baik dan terhindar dari tunggakan,” katanya. (alx)

 

Related posts