Takut Longsor, Warga Pengguna Jalan Tomohon-Manado Minta PU Lakukan Perbaikan

  • Whatsapp

TOMOHON – Keretakan jalan pada sejumlah titik di ruas jalan Tomohon-Manado menjadi perhatian banyak kalangan, tak terkecuali pengguna jalan yang melewati ruas tersebut. Mereka khawatir terjadi ancaman longsor saat curah hujan makin tinggi.

Karena itu warga pengguna jalan berharap instansi terkait seperti balai jaan nasional dan dinas pekerjaan umum melakukan pemantauan secara rutin di titik-titik yang berpotensi terjadinya longsor. “Instansi terkait harus mencari solusi sebelum jalan ini benar-benar longsor. Lebih mencegah dari pada mengobati,” kata Adri Muthalib S.Sos, Ketua Forum Diskusi Pemuda Minahasa dan Tomohon (FDPMT) yang mengaku selalu melewati jalan tersebut.

Alumnus FISIP Unsrat menyebut keretakan itu sudah terjadi saat musim kemarau berkepanjangan. Ketika musim hujan tiba, air mengikis retakan-retakan tersebut. “Wajar jika pengguna jalan mencemaskan terjadinya longsor yang bisa memutuskan ruas jalan. Kalau itu terjadi aktivitas warga yang tiap hari melalui ruas jalan Manado-Tomohon terganggu,” ungkap Muthalib.

Pantuan sejumlah wartawan, keretakan terbanyak di wilayah Tinoor. Lebar retakan bervariatif, mulai dari satu hinga lima sentimeter. “Keretakan ini berbahaya karena berada di sisi kanan jalan yang berhadapan dengan jurang dalam ,” ujar Yefta Wuwungan, fotografer Petromas.

Keretakan-keretakan yang terjadi di ruas jalan Tomohon-Manado menurut Kepala Seksi Observasi Stasiun Klimatologi Kayuwatu Manado Asep Hendrawan rawan longsor di musim penghujan.”Mudah-mudahan ini menjadi perhatian pemerintah,” ucapnya.

Asep menguraikan tanah bisa menjadi jenuh dengan intensitas hujan lebat yang masuk ke rongga-rongga tanah yang retak. “Kalau sudah jenuh, maka berpotensi tanah longsor, ini yang harus diwaspadai,” katanya. (len)

Related posts