Tahapan Coklit, Bawaslu Minsel Temukan 38 Kasus Pelanggaran

Tahapan Coklit, Bawaslu Minsel Temukan 38 Kasus Pelanggaran
Tiga komisioner Bawaslu Minsel yakni Abdul Majid ‘Aji’ Mamosey, Eva Keintjem dan Franny Sengkey (ist)

Amurang, megamanado.com-Tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih dalam rangka Pemilihan Bupati (Plbup) Minsel 9 Desember 2020 telah berakhir 13 Agustus 2020 lalu. Selama tahapan tersebut, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Minsel menemukan adanya 38 kasus pelanggaran.

 ‘’Pelanggaran dimaksud, terdapat pemilih ganda. Bahkan Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP) tidak menghubungi pemilih atau meminta KTP elektronik,’’ ujar Komisioner Bawaslu Minsel Abdul Majid ‘Aji’ Mamosey kepada wartawan di Amurang, Senin (17/8/2020). 

Atas temuan tersebut, Bawaslu Minsel meminta KPU Minsel segera mengklarifikasi dan perbaikan. “Rata-rata PPDP mendatangi rumah warga di 177 desa/kelurahan. Namun, mereka hanya meminta KTP-el dan KK. Petugas tidak mendapat A.A.1.KWK, hanya menempel stiker telah dilakukan coklit,’’ujar Mamosey.

Bawaslu Minsel mengingatkan KPU untuk serius melakukan perbaikan.  “Perbaikan mulai dari tingkat desa hingga kecamatan. Apa yang menjadi temuan harus ditindaklanjuti sebelum dilakukan pleno penetapan,” katanya.

Mamosey mengimbau warga memberikan laporan bila mendapati atau mengalami pelanggaran. “Peran aktif masyarakat juga sangat diperlukan,” ujarnya.

Bawaslu Minsel menginginkan semua tahapan berjalan baik. “Jangan ada pelanggaran atau upaya tertentu yang bisa menguntungkan calon tertentu, bisa menghilangkan hak pemilih dan lainnya,” ucap Mamosey. (*/grey)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply