Penganiayaan di Warkop Corner 52, Satu Wartawan Luka Parah

Penganiayaan di Warkop Corner 52, Satu Wartawan Luka Parah
Warkop Corner 52 di bilangan Sario, Manad. (Foto: istimewa/FB Warkop Corner 52)

Manado, megamanado.com-Aksi penganiayaan membabi buta terjadi di Warkop Corner 52 Sario, Kota Manado, Jumat (22/5/2020) malam. Jurnalis senior, Dance Siahaya yang menjadi pengunjung ikut menjadi korban aksi brutal ini.

Dance kini mendapat perawatan Rumah Sakit Umum Prof (RSUP) Kandouw Malalayang. Sebelumnya ia dilarikan ke RS Bhayangkara sebelum dirujuk ke RSUP Kandouw.

Informasi yang diperoleh media, aksi tersebut melibatkan ratusan orang. Mereka didatangkan dengan menggunakan tiga unit mobil truk.

Korban penganiayaan di Warkop Corner 52 (Foto: komentar.id)

 “Saat itu kami tidak tahu apa-apa, hanya sebatas pengunjung. Tiba-tiba datang ratusan orang dan langsung melakukan penganiayaan. Mereka brutal. Bawa balok dan sajam. Meja kursi diobrak-abrik,” tutur Amas Mahmud, wartawan salah satu media online yang saat kejadian berada di warkop tersebut seperti dilansir dari Komentar.id

Amas berkisah kalau saat kejadian, enam meja di Warkop itu terisi pengunjung. Ia dan Dance Sihawaya serta Ketua Laskar GSVL Calvin Castro menempati satu meja.

 “Mereka datang dan langsung menganiaya semua pengunjung. Datang dengan tiga truk warna kuning. Saya berhasil lolos karena tanpa sadar saya sudah berada dalam kerumunan masa dan langsung lari ke seberang jalan,” ujarnya.

Sejumlah pengunjung terluka karena penganiayaan yang membabi-buta tersebut. Namun yang paling parah adalah Dance.

Jurnalis salah satu media online itu menderita luka memar disekujur tubuh dan kepala. “Nda tahu kita. Kita jadikan ini pelajaran jo for kita. Tapi kita berharap polisi usut tuntas kasus ini,” ujar Dance yang masih terbaring lemas ketika disambangi wartawan di RSUP Kandou Malalayang, Sabtu (23/05/2020) malam.

Satu korban lainnya yang biasa dipanggil Gobs, juga menderita luka sobek dibagian pergelangan tangan diduga akibat hempasan benda tajam.

Kapolsek Sario AKP Renthauli Novita Pardede dikonfirmasi wartawan mengatakan, penanganan terhadap masalah ini prosesnya ada di Polresta Manado.

“Langsung ke kasat reskrim ya pak. Soalnya prosesnya ada di Polresta Manado,” jawab Pardede membalas pesan konfirmasi WhatsApp wartawan, Sabtu (23/05/2020) malam.

Sedangkan Kasat Reskrim AKP Tommy Aruan menegaskan pihak Polresta Manado saat ini tengah melidik para pelaku penganiayaan di warkop tersebut. “Lp sudah masuk, proses sementara lidik pelaku,” tegas Aruan. (*/alc)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply