Kisah Pengorbanan Guru Dibalik Kerusuhan Poso

Kisah Pengorbanan Guru Dibalik Kerusuhan Poso

MANADO – Tepat 19 tahun lalu di Poso Sulawesi Tengah, kelompok Islam dan Kristen bertikai, (1998-2001). Jatuhnya Korban jiwa yang sangat banyak membuat daerah itu menjadi ladang pembantaian manusia tidak berdosa, tak terkecuali trauma yang dialami masyarakat. Sekarang peristiwa itu sudah dilupakan dan masyarakat kembali membaur . Poso juga sudah menjadi daerah yang berkembang pesat karena banyak infrastruktur baru berdiri megah, sebab turut ditopang sumber daya manusia yang mumpuni.

Tapi siapa yang menyangka dibalik sukses bangkitnya daerah itu ternyata ada segelintir guru yang berjuang siang dan malam mendidik, merawat dan memberikan perhatian kepada anak-anak korban kerusuhan, yang nantinya menjadi tulang punggung berkibarnya kembali daerah ini.
Seperti yang diceritakan Ventje Lengkong, usai kerusuhan dirinya dan rekan-rekan guru dipercayakan Dinas Pendidikan setempat untuk merehabilitasi anak-anak korban. Situasinya sangat memilukan kala itu, luka batin karena kehilangan orang yang disayang sangat membekas kepada kepada anak-anak

“untung saja kami bergerak cepat dan tanpa kenal lelah mengumpulkan seluruh anak- anak korban untuk direhabilitasi dan diberikan perawatan, hasilnya bisa dilihat sekarang,” ungkapnya.
Katanya ada anak yang mereka rawat memiliki kepahitan yang besar karena orang tua dan saudaranya dibantai waktu itu.Tetapi dengan sabar dan penuh hati-hati mereka mampu mengatasi masalah itu dan mengembalikan kondisi mental anak – anak seperti itu seperti sedia kalah.
“Memang ada sedikit kesulitan namun dengan kesabaran kami membina mereka dan merawat, hasilnya luar biasa sekarang mereka sudah menjadi tulang punggung pembangunan daerah,” katanya.
Itulah sedikit kisah dari pahlawan Poso.

Adapun Ventje Lengkong saat ini dipercayakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manado untuk menjadi pengawas sekolah. (buf)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply