Curi Ponsel dengan Ilmu Hitam, Tujuh Pemuda Langowan Diringkus Polres Minut

Curi Ponsel dengan Ilmu Hitam, Tujuh Pemuda Langowan Diringkus Polres Minut

AIRMADIDI– Tujuh pemuda dari dua Desa di Langowan berhasil diringkus Polres Minahasa Utara karena mencuri 48 ponsel dan uang Rp 17 juta dari sebuah toko ponsel di Kelurahan Sarongsong I Kecamatan Airmadidi. Uniknya, komplotan tersebut menggunakan jimat untuk memuluskan aksi pencurian tapi tetap dapat dicokok polisi. Hal tersebut terungkap dalam press release yang dipimpin Kapolres AKBP Jefri Siagian SIK di aula Mapolres Minut, Sabtu (18/05) pekan lalu.

Ketujuh pelaku masing-masing KEW alias Bobby (29) warga Desa Ampreng Kecamatan Langowan Barat (inisiator), RK alias Findo (19) warga Desa Tumaratas Kecamatan Langowan Barat (eksekutor 1), SK alias Vando (18) warga Desa Ampreng (eksekutor 2), FS alias Angking (21) warga Desa Ampreng (menyiapkan besi dan tas untuk mengisi barang bukti sekaligus bertugas mengawasi situasi sekitar toko), SSHW alias Samro alias Sampel (23) Warga Desa Tumaratas (mengawasi situasi sekitar toko saat komplotan beraksi), YR alias Aden (24) Warga DesaTumaratas (mengawasi situasi sekitar toko), DS alias Bobi (26) warga Desa Tumaratas (mengawasi).

Awalnya ketujuh pemuda ini berpesta miras lalu KEW mengajak teman-temannya melakukan aksi pencurian. Dengan tiga sepeda motor, mereka menuju toko handphone milik Meilani Kalangi di Kelurahan Sarongsong 1, Minggu (05/05) silam. Mereka lalu menggasak 48 ponsel berbagai merek dan uang tunai Rp 17 juta.

Menurut Kapolres, setelah menerima laporan, unit lapangan turun ke TKP, hasil penyelidikan pengumpulan data dan keterangan informasi terkait identitas, pelaku terdiri dari beberapa orang. Tim kemudian melakukan pengembangan. Hasilnya pada Senin (13/05) tiga orang pelaku berhasil ditangkap di desa Treman masing-masing ‘dihadiahi’ timah panas oleh petugas resmob karena hendak melarikan diri.

Menariknya dari ketiganya juga dilucuti jimat yang diikatkan di pinggang berupa beberapa helai kain merah dan gigi babi rusa. Bersama mereka disita barang bukti berupa 3 buah telepon genggam. Tiga tersangka lainnya menyerahkan diri di Mapolres pada Selasa (14/05) dengan membawa 5 buah telepon genggam dan uang tunai Rp 8.4 juta. Keesokannya, satu tersangka juga menyerahkan diri.

“Para pelaku merusak gembok pintu toko dengan menggunakan besi mengambil 48 unit telepon genggam dan uang tunai Rp 17 juta. Total kerugian sekira Rp 70 juta. Pengembangan kasus akan terus dilakukan karena dari 48 unit telepon genggam yang digasak baru 9 buah yang ditemukan, apakah dijual ke perorangan atau dijual di toko lain,” terang Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Nohfri Maramis SH SIK.

Para pelaku kini ditahan di tahanan negara Polres Minut. Mereka diancam dengan pasal 363 ke-3e dan ke- 4e KUHP subsider pasal 362 KUHP Jo. pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHP dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara. Saat berita ini diturunkan, tim lapangan masih terus melacak keberadaan barang bukti lainnya.. (ben)

example banner

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply