Bara Hasibuan dan KLH Hadirkan Bahan Bakar Hasil IPAL Pabrik Tahu untuk Kebutuhan Memasak Masyarakat

Bara Hasibuan dan KLH Hadirkan Bahan Bakar Hasil IPAL  Pabrik Tahu untuk Kebutuhan Memasak Masyarakat
Anggota DPR RI Bara Hasibuan Walewangko di dapur salah satu warga (foto: ist)

TONDANO- Bara Hasibuan Walewangko, satu dari enam wakil Sulawesi Utara (Sulut) di DPR RI terus bergerak mengupayakan bantuan kepada masyarakat. Kali ini bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, meresmikan pembangunan Instalasi Pembuangan Air Limbah dari pabrik tahu yang dikonversi menjadi bahan bakar gas untuk kebutuhan memasak di Kelurahan Kampung Jawa Kecamatan Tondano Utara, Kamis (6/12/2018).

Peresmian ini sekaligus juga pengoperasian delapan titik  IPAL dari kotoran ternak yang dikonversi menjadi bio gas untuk kebutuhan rumah tangga yang tersebar di tiga kabupaten yakni Minahasa, Minahasa Selatan dan Minahasa Utara.

“Sebagai satu – satunya wakil Sulut yang duduk di Komisi VII DPR RI, saya mempunyai tanggung jawab dalam memastikan bahwa setiap program bantuan dari mitra kerja dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Sulut termasuk dari Kementerian LHK,” ujar Bara

Baca juga:   Hanura Bidik Satu Kursi DPR RI dan Satu Fraksi untuk Deprov Sulut

Dia mengatakan, salah satu fokus kerjanya di Komisi VII DPR RI soal kepedulian terhadap lingkungan hidup. Sehingga terus mendorong Kementerian LHK untuk terus berkontribusi dalam pelestarian lingkungan hidup di Sulut seperti IPAL digester yang diresmikan hari ini. “Ada juga motor sampah, pabrik pengolahan emas yang ramah lingkungan dan ada banyak lagi,” tambah Bara.

Sementara itu, Kasubdit Pengendalian Pencemaran Limbah Usaha Skala Kecil Kementrian LHK Herry Hamdani mengatakan, bantuan ini adalah teknologi penggunaan air limbah pabrik tahu dan ternak yang diolah menjadi bio gas untuk kebutuhan memasak rumah tangga.

“Yang paling penting bagi kami sebenarnya adalah pengendalian pencemaran lingkungan dari limbah pabrik tahu dan ternak. Tapi jika limbah itu bisa dimanfaatkan adalah apa salahnya. Kebetulan teknologi itu sudah ada sehingga tentunya akan sangat berguna dan punya nilai ekonomi,” kata Herry Hamdani.

Baca juga:   Mokodongan Harap Pemerintah Fokus pada Program Pengentasan Kemiskinan

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa yang diwakili oleh Feiby Karisoh mengatakan pembangunan IPAL menjawab salah satu kebutuhan masyarakat dalam melestarikan daerah aliran sungai Tondano dalam rangka pengendalian pencemaran air.

“Saya mengapresiasi kinerja yang ditunjukan Anggota DPR RI dapil Sulut Bara Krishna Hasibuan Walewangko yang terus berusaha sehingga Provinsi Sulut dan khususnya Kab. Minahasa terus mendapatkan bantuan dan program khususnya di bidang Lingkungan Hidup. Saya mewakili Kepala Dinas LHK dan Pemda Kab. Minahasa mengucapkan terima kasih kepada Pak Bara,” kata Feiby Karisoh. Turut hadir perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Minsel dan Minut. (*/nji)

Baca juga:   Djenri Keintjem Ajak Mahasiswa Baru Politeknik Manado Bumikan Pancasila
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply