Perhatian Pemerintah Kurang, Panpel Pagelaran SB Benteng Moraya Tetap

Perhatian Pemerintah Kurang, Panpel Pagelaran SB Benteng Moraya Tetap
Yermia Mumu dan kelompoknya aktif mengangkat seni dan budaya Minahasa (foto: yermia fb)

YM5 Ajak Pelihara Tradisi dan Budaya dengan Baik

TONDANO-Kreatifitas anak muda Minahasa dalam mengangkat seni budaya layak diapresiasi. Melalui Pagelaran Seni Budaya (SB) Benteng Moraya, mereka mencoba melestarikan dan menjaga identitas Keminahasaan.

Ya, melalui atraksi tarian tradisional, teater, musikalisasi puisi, kalelon makaruyen dan band fast, kawula Minahasa ingin mempromosikan dan menggaungkan aset atau kekayaan Tanah Toar Lumimuut di bidang seni budaya. Minim fasilitas dan bantuan dari pemerintah mereka tetap fokus dan memastikan jika Pagelaran SB Bontang Moraya akan dihelat 15-17 November 2018 di Benteng Moraya, Tondano.

Istimewa

“Kami sebenarnya berharap bantuan dari pemerintah. Tapi, tak mengapa. Dengan semangat tinggi, kami tetap menggelar hajatan ini demi mengangkat seni budaya Minahasa,” kata salah satu panitia yang meminta namanya tak disebut kepada wartawan di Tondano, Rabu (14/11/2018).

Semangat melestarikan dan terus menggemakan kekayaan seni budaya Minahasa menurut tokoh muda Minahasa asal Langowan, Yermia Mumu atau YM5 menjadi kekuatan dari kepanitiaan Pagelaran SB Benteng Moraya. Mereka pun siap menularkan semangat itu demi terus memperkenalkan seni budaya daerah ke berbagai kalangan, khususnya di tingkat nasional dan internasional.

“Hadiri dan banjirilah Pagelaran SB Benteng Moraya 2018. Bersama torang bangun Minahasa lewat seni budaya. Kita perkuat idenitas bangun budaya mapalus. Jangan lewatkan atraksi tarian tradisional, teater, musikalisasi puisi, kalelon makaruyen dan band fast 15-17 November di Benteng Moraya,” tulis YM5 melalui akun facebook miliknya, Yermia Mumu Aurora.

Ketua Meimou Mapalus Langowan ini meyakini budaya sebagai spirit dari suatu daerah atau bangsa karena dalam budaya tersebut terkandung banyak ajaran-ajaran kebaikan yang memberikan ketentraman dan kedamaian. “Harumnya suatu bangsa akan bergantung kepada bagaimana bangsa tersebut memuliakan budaya yang dimilikiinya,” ucap YM5.

Menurut dia, tanpa pembangunan kebudayaan, baik itu kesenian, sastra, tradisi lokal ataupun pemikiran budaya, sebuah bangsa akan kehilangan spirit dan ruh kehidupan masyarakatnya. “Kemajuan Korea Selatan dan Jepang adalah sebuah contoh nyata bagaimana kebudayaan mereka berhasil dikapitalisasi menjadi produk-produk industri kreatif. Dua negara ini menjadikan tradisi dan budaya mereka sebagai landasan dalam setiap sendi kehidupan,” kata Ketua Langowann Music Community ini.

Alumnus Fakultas Hukum Unsrat ini percaya Minahasa bisa maju jika memelihara tradisi dan budaya dengan baik. “Kita bersatu untuk kemajuan Minahasa,” ucap Ketua Sangar Budaya Manguni ini. (*/nji)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply