Farhat Abbas Klarifikasi Pilih Jokowi Masuk Surga, Novita Umboh Minta Anak Muda Jangan Apolitis

Farhat Abbas Klarifikasi Pilih Jokowi Masuk Surga, Novita Umboh Minta Anak Muda Jangan Apolitis
Tiga narasumber dalam acara diskusi dan deklarasi generasi milenial menuju pemilu aman dan damai (foto: drl)

Diskusi dan Deklarasi Generasi Milenial Menuju Pemilu Aman dan Damai

JAKARTA– Diskusi dan deklarasi generasi milenial menuju Pemilu 2019 aman, damai dan sejuk di Cikini berlangsung menarik. Farhat Abbas tampil lebih awal. Beberapa hal menarik kembali dilontarkan Caleg Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Selain menyoroti soal masih adanya  dikotomi partai dengan isu primordial, Farhat juga mengemukakan bahwa para koruptor harusnya ditembak mati.

Novita Umboh (foto: drl)

Salah satu juru bicara Tim Sukses Jokowi-Ma’ruf ini juga mengatakan bahwa jumlah anggota DPR saat ini terlalu banyak. “Kebanyakan, jadi harusnya dikurangi, “ujarnya.

Baca juga:   Liow-Umboh Harap Kualitas Demokrasi di Indonesia Makin Baik

Farhat juga mengklarifikasi penyataan yang menyita perhatian publik. “Jadi sebenarnya itu harusnya dinilai secara positif. Saya bilang pilih Jokowi sorgawi yang di seberang neraka. Seperti pantun harusnya dibalas juga dengan pantun, “jelasnya.

Di sisi lain Novita Umboh tenaga ahli DPR RI tampil memukau ketika menyoroti kinerja parlemen dan tugas partai politik dalam melaksanakan pendidikan politik.

Selama ini menurutnya lebih banyak informasi negatif tentang kinerja DPR. Korupsi, jarang hadir, tertidur itu salah satu hal negatif yang terungkap. Padahal masih banyak hal baik di DPR.

Sayangnya partai politik dalam hal ini anggota DPR masih jarang dan kurang serius melakukan pendidikan politik. Dampaknya begitu banyak generasi milenial yang tidak peduli dan tidak paham apa tugas dan wewenang parlemen yang sebenarnya.

Baca juga:   Tak Bisa Atasi Banjir, Jangan Maju Jadi Walikota

“Bukan lembaga DPR yang salah, tapi oknumnya. Jadi DPR tidak bisa bubar, “ujar dosen Universitas Bung Karno ini yang disambut tepuk tangan peserta.

Novita kemudian menjelaskan bagaimana dia melakukan sosialisasi parlemen remaja dan parlemen mengajar pada generasi milenial di Sulawesi Utara.

“Pendidikan politik itu salah tugas utama partai politik, yang harus dilakukan secara sistematis bukan hanya menjelang pemilu, “jelasnya kemudian di sambut tepuk riuh tangan peserta.

Tenaga Ahli 10 tahun di DPR ini kemudian mengajak agar generasi milenial tidak golput. ” Gunakan hak pilihmu sesuai nurani agar orang-orang baik yang duduk di parlemen nanti, “tandasnya.

Baca juga:   Unggul di 388 Lingkungan, Mangindaan-Asiku Kans Pimpin Manado

Selain Farhat dan Novita tampil juga Anggoro Yudo Mahendra pembicara dari Universitas Negeri Jakarta. Mahendra menganggap informasi tentang politik sangat terbatas untuk generasi milenial. Karena itu dia sepakat pendidikan politik adalah hal penting.

Di akhir diskusi, Asep Koordinator Forum Indonesia Muda Cerdas membacakan naskah deklarasi 2019 pemilu aman, damai dan sejuk. (*/nji)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply