Maksimalkan Potensi WBP, Kusumah Tandatangani MoU Pembuatan Kolintang dengan Sanggar Primavista

Maksimalkan Potensi WBP, Kusumah Tandatangani MoU Pembuatan Kolintang dengan Sanggar Primavista
Kepala Rutan Manado Raden Budiman Kusumah memberikan arahan (foto: kam/pscl)

MANADO-Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Manado bekerjasama dengan Sanggar Primavista, Sabtu (15/9/2018) pagi menandatangani MoU sebagai wujud filosofis dan makna praktis  untuk pembuatan alat musik tradisional kolintang. Penandatangan MoU itu dilakukan langsung oleh Kepala Rumah Tahanan Kelas IIA Manado, Raden Budiman Priatna Kusumah, Amd.IP, SH, MH  dan Direktur Sanggar Primavista Stave Tuwaidan disaksikan langsung oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sulut, Eddy Hardoyo, Bc.IP, SH, MH.

Momen prestisius itu merupakan era baru di Rutan Manado dalam memanfaatkan potensi Warga Binaan Pemasyarakatan  untuk membuat kolintang yang kelak dipasarkan oleh Stave dan kawan-kawannya dari  Sanggar Primavista di Lembean Minahasa Utara  dalam mempopulerkan alat musik tradisional yang berasal dari Sulawesi Utara itu. Sekaligus gebrakan awal Budi Kusumah yang baru dua pekan menjadi orang nomor satu di Rutan Manado.

Kepala Rutan Budiman Kusumah dan Stave Tuwaidan menandatangi MOU disaksikan Kadiv Pas Eddy Hardoyo, Sabtu. (foto: kam/pscl)

Sanggar Primavista, dalam MOU tersebut, akan memberikan pendampingan dan pelatihan khusus untuk mengerjakan alat kolintang bagi  Warga Binaan Pemasyarakatan di Rutan Manado dari awal hingga rampung.  Untuk menopang semua tahapan tersebut, Ka Rutan Manado telah membentuk Tim Kreatif dari para perangkatnya.

Budiman Kusumah dalam laporan awalnya, menjelaskan, kerjasama antara Rutan dan Sanggar Primavista proses dan tahapannya  berlangsung singkat. Namun, langsung terealisasi karena saling menguntungkan kedua  pihak. Apalagi, akan memanfatkan potensi terpendam dari Warga Binaan dalam menyalurkan  kreatifitasnya. Menurut mantan Ka Rutan Bandung itu, selain mendapat pandampingan untuk pelatihan, maka akan banyak tenaga-tenaga terampil yang hadir di Rutan. Juga, saat mereka bebas nanti, sudah ada keterampilan yang bermanfaat bagi masa depannya kelak.

Sedangkan hasil karya dari Warga Binaan akan dipasarkan oleh Sanggar Primavista. Apalagi, selama ini, Stave dikenal memiliki reputasi hebat dalam segala hal  mengenai alat musik kolintang  yang telah dibuktikan dengan diundang di berbagai belahan dunia mempopulerkan jenis alat musik kolintang.

Sedangkan Steve dalam sambutannya mengaku sangat terkesan dengan sambutan dari pihak Rutan sehingga dia tidak ragu-ragu untuk langsung mengikat kerjasama ini. ‘’Dan, harapan saya, kerjasama ini berlangsung selamanya,’’ ujar praktisi, pelatih dan pembuat alat musik kolintang itu.

Dia mengakui, kolintang kini semakin populer sebagai alat musik dari Sulut, dan telah mendunia, sehingga banyak diminati. Dan membanjirnya pesanan buat Sanggar Primavista dan kini diberikan kesempatan kepada Rutan untuk bekerjasama.

Sementara Kadiv Pas, Eddy Hardoyo memberikan apresiasi luar biasa atas kerjasama antara Rutan dan Sanggar Primavista. Bahkan, mantan Kadiv Pas Aceh itu memintakan agar diberikan Hak Paten atas kerjasama ini. ‘’Kami salut dan memberikan apresiasi atas kerjasama ini,’’ ujarnya.

Usai MoU, dilakukan atraksi dari Sanggar Primavista dan juga Grup Rutan yang merupakan gabungan WBP pria dan wanita. Hadir dalam penandatangan MOU tersebut, Kasubsi Pengelolaan Rutan, Arjun Djuma Okong, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Wahyono, Kasubsi Kegiatan Kerja, Fery Audi Ngajow, Kepala Satuan Keamanan, Sonny Gumansalangi,  para pegawai Rutan, juga 30 Warga Binaan yang akan diberikan pelatihan khusus untuk pembuatan alat kolintang. (*/nji)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply