Genap 64 Tahun, SMKN 1 Manado Makin Terpacu Tingkatkan Kualitas

Genap 64 Tahun, SMKN 1 Manado  Makin Terpacu Tingkatkan Kualitas
Perayaan HUT ke-64 SMKN 1 Manado (foto: buf)

MANADO-SMK Negeri 1 Manado genap berusia 64 tahun, Perayaan ini ditandai peniupan lilin oleh Kepala SMKN 1 Manado Drs Moodie Lumintang MPd.

Kata Moodie peniupan kue HUT yang berbentuk buku sebagai simbol peningkatan kualitas lulusan dipimpinnya saat ini. “Arti dari kue berbentuk buku adalah simbol SMKN 1 akan mengutamakan kualitas agar lulusan sekolah diterima dimana saja,” ungkap Moodie di sela-sela perayaan HUT ke-64 SMKN 1 Manado, Kamis (13/9/2018).

Olehnya kemampuan guru yang memiliki posisi sangat penting dan strategi dalam pengembangan potensi peserta didik akan turut ditingkatkan dengan mengikuti sejumlah penataran. “Pada diri gurulah kejayaan dan keselamatan masa depan bangsa dengan penanaman nilai-nilai dasar yang luhur sebagai cita-cita pendidikan nasional dengan membentuk kepribadian sejahtera lahir dan bathin, yang ditempuh melalui pendidikan agama dan pendidikan umum,” ucapnya.

Sebagai sekolah yang unggul di Sulawesi Utara SMKN 1 dituntut untuk menghasilkan lulusan siap pakai. Sejalan dengan program SMKN 1 Manado Presiden RI Jokowi, ada sejumlah faktor yang harus diperbaiki agar SMK di Indonesia dapat melahirkan sumber daya manusia berkualitas dan mampu bersaing di kancah dunia.

Pertama, Presiden Jokowi menyoroti kondisi perlengkapan dan peralatan di sekolah kejuruan. Menurut Jokowi, teknologi di sekolah kejuruan tertinggal jauh dari sekolah kejuruan di negara lain. “Peralatan untuk melatih mereka mungkin ketinggalan 20 atau 30 tahun,” ujar Jokowi.

Kedua, soal kualitas guru. Jokowi menyebut, sebagian besar guru di SMK didominasi guru-guru mata pelajaran normatif, bukan praktis. Hal ini tidak sesuai dengan karakter pendidikan SMK yang berorientasi pada kerja.

“Yang saya lihat di SMK itu hampir mirip-mirip dengan SMA. 70 atau 80 persen diisi guru normatif. Guru matematika, guru biologi, bahasa Indonesia,” ujar Jokowi.

“Padahal mestinya 70 atau 80 persen itu guru praktik. Guru berkaitan dengan garmen, assembling otomotif atau pelatih yang bisa mengajar cara menggunakan mesin CNC,” lanjut dia.

Terakhir soal jurusan yang ada di SMK. Jokowi melihat SMK tidak mengikuti perkembangan zaman. “Saya lihat sejak saya kecil sampai sekarang, jurusannya itu-itu saja. Mesti jurusan mesin, bangunan dan listrik. Padahal dunia sudah berubah cepat sekali,” ujar Jokowi.

Seharusnya, jurusan pada pendidikan kejuruan disesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja. Misanyal ada jurusan jaringan informasi teknologi, platform aplikasi, animasi dan sebagainya. (buf)

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply