Keberadaan WNA Bisa Berdampak Positif dan Negatif, Bogar: Peran Tim Pora Sangat Penting

Keberadaan WNA Bisa Berdampak Positif dan Negatif, Bogar: Peran Tim Pora Sangat Penting
Sambutan Sekda Sitaro, Herry Bogar (foto: jen)

SITARO-Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Utara (Sulut) bekerjasama dengan Kantor Imigrasi Kelas II Tahuna menggelar kegiatan rapat tim pengawasan orang asing (Tim Pora) di Hotel Jakarta, Siau Timur, Kamis (12/7/2018).

Sekretaris Daerah kabupaten Kepulauan Siau Taguladang Biaro, Drs Herry Bogar MM yang mewakili Bupati Sitaro Toni Supit, SE. MM dalam sambutannya mengatakan dengan adanya Warga Negara Asing (WNA) di Sitaro bisa membawa efek yang positif dan negatif bagi kemajuan di Sitaro. “Dengan adanya WNA di Sitaro bisa memajukan aspek pariwisata yang ada. Pada gilirannya akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat dengan munculnya peluang usaha dan lapangan pekerjaan baru,”ucapnya.

Foto bersama usai kegiatan (foto: jen)

Di sisi lain, masuknya WNA di Sitaro  menurut dia juga harus diwaspadai. “Jangan sampai ada misi radikalisme yang ikut masuk dan mengoyak persatuan dan kesatuan di negeri 47 Pulau yang sudah terjalin dengan sangat baik,” ujar Bogar.

Baca juga:   Alasan Kearsipan... Perpustakaan dan Capil Jadi Dinas Sendiri, Kata SVR-Tuuk Itu Pemborosan

Ia berharap situasi yang kondusif tetap terjaga. kehadiran TIM PORA menurutnya sangat dibutuhkan.

“Setiap orang asing datang dan berkunjung serta tinggal di wilayah Indonesia pasti memiliki tujuan dan kepentingan. Dampak yang menguntungkangkan antara lain adalah terjadinya modernisasi masyarakat, meningkatkan pendidikan dan keahlian yang pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Negara,”dia memaparkan.

Sementara dampak yang merugikan, lanjut dia, adalah meningkatnya kajahatan baik secara kualitas maupun kuantitas, dari kejahatan domestik menjadi kejahatan lintas negara (Transnational Crime) dari kejahatan individual menjadi kejahatan berkelompok , dari yang tidak terorganisir menjadi terorganisir (organzide crime), migrasi ireguler,trafficking, pemalsuan dokumen dan lain-lain.

Baca juga:   Diduga Mabuk, Dua Pemuda Koya Tewas Kecelakaan

Maka sebagai upaya deteksi dini terjadinya pelanggaran dan atau tindak pidana keimigrasian maka perlu kegiaatan pengawasan orang asing dan pendataan illegal. Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulut, Jamaruli Manuhuruk,SH. MH menambahkan pembentukan TIM PORA untuk menjaga keamanan di Sitaro.

“Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro yang memiliki keindahan yang berlimpah tentu menjadi daya tarik bagi wisatawan asing untuk datang ke Sitaro, hal ini dapat menunjung sektor pariwisata, perdagangan dan investasi sehingga dapat mendukung pembangunan yang ada di Sitaro,”ungkapnya.

Dia pun menyarankan agar Tim Pora dan instansi keimigrasian yang terkait berkoordinasi  dengan baik soal keberadaan WNA. “Koordinasi yang membaik akan memberi kenyamanan,” ucapnya.

Baca juga:   Bogar Hadiri Sosialisasi Penerapan Aplikasi Kasda Online

Kegiatan ini dihadiri oleh Forkopimda Sitaro, Kepala Kantor imigrasi Tahuna James Smart Sambel,SH, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Siau Wachid Wibowo, Kepala Bagian Setda dan Camat. (jen)

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply