Reses di Sario, Wakil Ketua DPRD Manado Berbuka Puasa dan Berbagi Kasih dengan Masyarakat

Reses di Sario, Wakil Ketua DPRD Manado Berbuka Puasa dan Berbagi Kasih dengan Masyarakat
Wakil Ketua DPRD Manado Richard Sualang memberikan bantuan sembako kepada masyarakat (foto: ist)

Liputan Khusus

MANADO– Wakil Ketua DPRD Manado, Richard Henry Sualang memanfaatkan masa reses dengan bertemu masyarakat di daerah pemilihan Sario Malalayang, tepatnya di Titiwungen Utara, lingkungan III, Rabu (13/6/2018).

Icad, sapaan akrab putra mantan Wakil Gubernur Sulut Freddy Sualang itu bertemu dan menyerap aspirasi dari warga setempat, sebagai bentuk pertanggungjawaban dan kewajiban memenuhi ketentuan dalam UU nomor 17/2014, untuk melaksanakan kegiatan di luar kantor atau masa reses.

Wakil Ketua DPRD Manado Richard Sualang berdialog dengan warga (foto: ist)

“Reses merupakan kegiatan wajib yang harus dilaksanakan setiap anggota DPRD turun langsung berkomunikasi dengan konstituennya, karena reses dibiayai oleh anggaran APBD Kota Manado,” kata Icad.

Reses ini menjadi sangat spesial bagi politisi PDIP  ini karena bertepatan dengan ibadah puasa umat muslim. Ia pun memanfaatkan ini untuk berbuka puasa bersama umat muslim di Kecamatan Sario.

“Reses ini terasa sangat spesial. Kita bertemu saling bertatap muka, bersilaturahmi, bermaaf-maafan, berbagi berkat sekaligus menjemput aspirasi,” ujar peraih suara terbanyak se-Kota Manado pada pemiliihan legislatif (Pileg) 2014 lalu ini.

Salah satu tokoh masyarakat menyampaikan aspirasi (foto:ist)

Dalam kesempatan tersebut, warga yang hadir menyampaikan sejumlah  permasalahan seperti lampu yang sering mati tanpa pemberitahuan,  pembagian raskin, pembangunan drainase dan lainnya.

Zulkifly bahetam Imam mesjid miftahul Jannah menjelaskan keluhan dari masyarakat Titiwungen Utara adalah masalah sanitasi air bersih.

“Masalah utama kami adalah air bersih. Secara kasat mata, tak ada masalah. Namun, saat ada pembuangan air di Boulevard atau ketika banjir, terjadi genangan sampai  di depan masjid.

Perwakilan masyarakat menyampaikan aspirasi (foto: ist)

P?embuangan air kalau di lihat dari kasat mata, airnya berjalan dengan bagus, namun kenyataannya ketika ada pembuangan air di boulevard maka akan terjadi penampungan air, tergenang di depan mesjid kami, ” ungkap Imam Masjid Miftahul Jannah Zulkifly Bahetam.

Ia berharap DPRD Manado turun langsung melihat saluran dan pembuangan air, termasuk bor air di Titiwungen. “Takutnya air air tersebut sudah tercemar oleh bakteri atau virus,” ucap Imam Zulkifly.

Soal sanitasi air tersebut, Icad  mengaku sudah mendapat laporan sebelumnya. Ia sudah pernah menyampaikan ke Walikota Manado Vicky Lumentut saat reses yang lalu bahwa halaman masjid sudah tergenang air.

Wakil Ketua DPRD Manado Richard Sualang menghaturkan terima kasih atas masukan dan aspirasi yang disampaikan masyarakat (foto: ist)

“Saya katakan bahwa ini bukan cuma rumah penduduk, tapi juga rumah ibadah. Pak Walikota secara langsung menyatakan menyanggupi,” kata Icad.

Menurut dia, Pemkot merencanakan pembangunan saluran drainase di lingkungan tiga, mulai dari depan sampai belakang masjid.

“Saya kira perlu perhatian bersama-sama masyarakat mengawal program ini yang akan dilaksanakan di tahun 2018 ini. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci sukses semua kalangan,” ucap  Wakil Ketua DPRD Manado ini.

Icad juga meminta pemerintah untuk mengawasi pembuangan limbah hotel dan restoran  di Titiwungen Utara dan Selatan supaya tidak merugikan masyarakat. “Pembangunan itu bertujuan mensejahterahkan masyarakat, jangan sampai mereka yang jadi korban,” katanya.

Di akhir kegiatan, Icad memberikan bantuan kepada sejumlah warga muslim. “Mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya. (buf turangan/alx)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply