Sita Handphone dan Laptop, PAMI Perjuangan Sebut Kejari Amurang Hambat Program Jokowi

Sita Handphone dan Laptop,  PAMI Perjuangan Sebut Kejari Amurang Hambat Program Jokowi
Ketua PAMI Perjuangan, Noldy Pratasis menjawab pertanyaan wartawan dalam satu kesempatan (foto: noldy fb)

AMURANG-PAMI Perjuangan menilai Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Selatan (Minsel) telah menghambat percepatan pembangunan, program  yang dicanangkan Presiden Jokowi. Penilaian itu disampaikan langsung Ketua PAMI Perjuangan, Noldy Pratasis  menyikapi tindakan penggeledahan yang dilakukan Kejari Minsel di Kantor Bupati Minsel lalu.

“Penggeledahan kantor disertai penyitaan handphone dan laptop seolah-seolah perjabat terkait tidak mau berkontribusi dan memberikan dukungan. Tindakan seperti itu sangat disesalkan. Ini menghambat kinerja pemerintahan Jokowi-JK dalam percepatan dan pemerataan pembangunan di semua wilayah,” kata Noldy saat menghubungi media ini, Kamis (7/6/2018).

Ia pun meminta Kepala Kejari Minsel mundur dari jabatannya. “Kalau tak bisa bersinergi dan tak berperan aktif dalam pembangunan, ya sebaiknya mundur dari jabatan,” Nody menegaskan.

Baca juga:   Empat Korban Bacokan Pria Stres di Dairi Dirawat di RS Sidikalang

Kejaksaan menurut aktivis vokal ini sebaiknya memposisikan diri menjadi instrumen, fasilitator dan akselerator dan pengaman jalannya pemerintahan. “Sebagai aparatur penegak hukum, Kejaksaan agar dengan sungguh-sungguh berkontribusi memberikan dukungan, perhatian, pikiran dan tenaga bagi keberhasilan pelaksanaan pembangunan yang berkeadilan,” ujar Noldy. (*/nji)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply