Terima Demo Organda, DPRD Manado Cari Solusi Soal Kemacetan Kota

Terima Demo Organda, DPRD Manado Cari Solusi Soal Kemacetan Kota
Ratusan sopir berunjuk rasa di halaman kantor DPRD Manado sebelum diterima di ruang rapat paripurna (foto: ist)

Liputan Khusus

MANADO– DPRD Kota Manado berusaha menjadi jembatan aspirasi bagi semua kalangan, tak terkecuali dengan ratusan sopir yang tergabung dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda) Manado.

Para sopir ini diterima dengan baik oleh DPRD Manado melalui pimpinan dan personil Komisi C setelah menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor wali kota dan kantor DPRD Manado, Senin (14/5/2018).

Pimpinan dan personil Komisi C DPRD Manado menerima pengunjukraa di ruang rappat paripurna (foto: ist)

Mereka diterima di ruang rapat paripurna. Dalam dialog tersebut, ikut dihadirkan DPRD Manado Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Dinas PUPR serta sejumlah instansi terkait dengan tuntutan para sopir ini.

Ketua Komisi C DPRD Kota Manado Lily Binti didampingi Wakil Ketua Komisi Lineke Kotambunan dan beberapa personil seperti Anita de Blouwe menjadi jembatan aspirasi para sopir ini.

Pimpinan SKPD terkait yang diundang ikut memberi penjelasan (foto: ist)

Adapun aspirasi dari Organda terkait jalan masuk akses Pasar Karombasan dipakai para pedagang dan sangat mengganggu aktivitas pengemudi yang berdampak pada pendapatan angkutan. Akses jalan yang melewati kelurahan Ranotana Weru tidak memenuhi syarat untuk dilewati kendaraan angkutan umum, para penumpang yang akan menuju ke kota Tomohon dan kabupaten Minahasa, sudah tidak lagi ke terminal Karombasan karena macet, dan sudah naik angkutan taksi gelap di Wanea Plaza.

Instansi terkait mendengar dan memberikan masukan terkait keluhan yang disampaikan ratusan sopir )foto: ist)

“Untuk itu kami memohon kepada Walikota dan juga DPRD kota Manado agar supaya segera memindahkan pedagang yang berjualan di badan jalan akses masuk ke dalam terminal karombasan,” kata koordinator aksi Terry Umboh.

Adapun Ketua Komisi C Lily Binti mengaku jika pihaknya akan menseriusi persoalan ini mengingat persoalan yang disampaikan para sopir mikrolet ini adalah persoalan yang kompleks dan memiliki keterkaitan antara yang satu dengan yang lain.

Para sopir dan aktiviis lainnya yang ikut dalam dialog (foto: ist)

“Persoalan pedagang dan kemacetan ini tentunya harus dituntaskan. Jangan sampai, para pedagang dibiarkan berjualan di jalanan karena itu melanggar aturan di semua daerah di Indonesia. Ini benar-benar perlu diseriusi,” tutur Binti.

Senada diungkapkan Wakil Ketua Komisi C Lineke Kotambunan. Menurutnya, harus ada solusi tepat untuk persoalan ini.

Menurutnya, walaupun ada perbaikan pasar, tidak ada alasan apapun membiarkan pedagang berjualan di jalanan. “Kita harus carikan solusi yang paling tepat,” tutur Kotambunan.

Politisi Gerindra ini mengaku perlu memberi perhatian khusus soal ini karena banyaknya warga yang mengeluhkan kemacetan di Manado.  (buf turangan/alx)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply