Beberapa Hal Ini Dipertanyakan Warga saat Reses Ketua Komisi C DPRD Manado

Beberapa Hal Ini Dipertanyakan Warga saat Reses Ketua Komisi C DPRD Manado
Camat Wanea Donald Sambuaga saat reses Ketua Komisi C Lily Binti (foto: ist)

MANADO-Berbagai permasalahan klasik dipertanyakan masyarakat saat reses Ketua Komisi C DPRD Manado Lily Binti, Selasa (28/11/2017) di Kelurahan Mahakeret Timur, Kecamatan Wanea. Permasalahan itu antara lain susahnya mendapatkan air bersih, penerangan jalan, drainase yang terlalu kecil, perbaikan jalan, masalah sampah serta jaminan pendidikan untuk siswa.

Permasalahan tersebut kemudian dijawab Lily dan perwakilan mitra kerja DPRD Manado.“Tidak ada air yang kotor yang didistribusikan pihak PT Air  Semua air yang dipasok dari Branch IPA Lotta bersih,” kata Jhosua Rantung dari PT Air Manado.

Menurut dia, pendistribusian air di daerah ketinggian tekanan air masih lemah. Lanjut dikatakan Rantung, biaya untuk menambahkan biaya operasional untuk water proccessing sangat besar mulai dari pompa Inteke , produksi pengolahan hingga pompa distribusi yang menggunakan full power PLN.

“Air baku yang kita produksi harus diproses melalui sistem pengolahan yang standard menggunakan bahan kimia serta  filterisasi yang diuji laboratorium. Jadi sangat teruji kebersihan air tersebut,”katanya.

Dijelaskan Rantung, Jumlah pelanggan Aktif saat ini 28.514 pelanggan yang dilayani PT. Air Manado melalui 7 sumber Instalasi Pengolahan Air bersih (IPA). Sedangkan pelanggan yang melakukan kewajiban membayar rekening masih banyak yang menunggak diatas 2 bulan.

“Ada kecenderungan bahkan kemungkinan main set masyarakat untuk tidak peduli bahkan tidak mengaggap penting membayar rekening air bersih.  Fenomena ini rutin disosialisasikan kepada pelanggan agar masyarakat memahami amanah dan tanggung jawab PT. Air Manado untuk tetap bekerja keras juga optimis melayani supaya pelanggan nyaman dan puas,”paparnya.

Rantung juga mengaku, bahwa dari jumlah 28.514 pelanggan Aktif,. yang menunggak rekening lebih dari dua bulan sebanyak 7.518. “Sebetulnya jika pelanggan rutin membayar, maka kesinambungan aktivitas dan operasional tetap terjamin,”tandas Rantung dihadapan warga, pemerintah dan Anggota Dewan yang terhormat Lilly Binti, SE.

Sementara itu, Camat Wanea juga ,menjelaskan mengenai penanganan sampah, dengan cara menjemput sampah disetiap rumah warga. Semenatar untuk drainase dan jalan Camat menjelaskan, bahwa akibat banjir maka banyak drainase yang tersumbat dan untuk jalan yang masih dinilai sempit akan menjadi perhatian khsus pemerintah untuk dibangun lebih lebar.”Semua aspirasi tentu akan diperhatikan oleh pemerintah, apalagi ada Anggota Dewan yang terhormat Ibu Lilly Binti. Saya kira kita harus mempercayakan perbaikan infrastruktur kepada Pemerintah lewat Wakil Rakyat kita,”tandas Camat.

Dikesempatan itu, Lilly Binti menjelaskan mengenai lampu penerangan jalan umum. Menurutnya dana untuk penerangan jalan sudah dutata lewat APBD 2018. Hanya saja kata Binti, perlu ada dokumen sebagai acuan untuk diajukan ke pemerintah, agar supaya Perangkat Daerah terkait dapat segera memperbaiki penerangan jalan, entah itu penambahan tiang atau hanya penggantian balon lampu.

”Silahkan lurah menyampaikan proposal kepada Camat dan camat akan menindaklanjuti proses perbaikan lampu jalan lewat PD terkait,”katanya.

Meski begitu ada juga warga yang memuji Lilly Binti, karena ada aspirasi pada reses sebelumnya sudah direalisasikan dan sudah dinikmati warga. Reses diakhiri dengan santap kasih bersama seluruh warga yang hadir. Reses tersebut dihadiri sejumlah Perangkat Daerah terkait, Lurah, Kepala Lingkungan dan ratusan warga setempat. (rey/nji)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply