DPRD Manado Ingatkan CV Nasional Motor Soal Pembuangan Limbah

DPRD Manado Ingatkan CV Nasional Motor Soal Pembuangan Limbah
Linneke Kotambunan dan kawan-kawan di kantor CV Nusantara Motor Martadinita Paal Dua (istimewa)

MANADO-DPRD Manado mengingatkan dealer Honda Paal Dua untuk melakukan pembenahan pembuangan limbah. Peringatan itu disampaikan menyusul keluhan warga Paal Dua soal adanya rembesan limbah yang ditengarai berasal dari bengkel CV Nasional Motor tersebut di sekitar Sungai Paal Dua.

“Kami sendiri sudah turun lapangan menindaklanjuti keluhan masyarakat. Staf CV Nusantara mengatakan kemungkinan itu berasal dari tempat penampungan Oli. Karena itu kami minta dilakukan pembenahan. Jika tidak dibenahi, kami akan mengeluarkan surat rekomendasi pencabutan izin perusahaan,” kata personil Komisi C DPRD Manado Fanny Mantali, Jumat (4/3) malam.

Memang pada Kamis (3/3) Komisi C melakukan sidak di kantor CV Nasional Motor , dealer Honda Martadinata Paal Dua. Kedatangan para anggota dewan tersebut diterima langsung oleh Louretta selaku Direktur CV Nasional Motor dan Kepala Cabang Dealer Honda Martadinata, Nasrullah Makalalag.

“Kami mendapat keluhan dari warga, bahwa air di sungai Paldua telah tercemar limbah yang berasal dari bengkel tersebut,” ujar Linneke Kotambunan selaku pimpinan tim sidak Komisi C di hadapan Louretta dan Makalalag.

Tentang hal tersebut, Louretta mengatakan belum pernah ada masyarakat yang datang langsung menyampaikan keluhan.”Selama kami berkantor disini, belum sekalipun warga sekitar mengeluh kepada kami. Namun, dengan adanya sidak ini adalah sebagai bentuk kritikan kepada kami untuk lebih memperhatikan soal limbah yang berasal dari bengkel kami,” ucap Louetta

Senada dengan Louretta, Nasrullah Makalalag juga menjelaskan bahwa, limbah yang ada disekitar sungai akibat rembesan yang ada dibalik tempat penampungan oli bekas.

“Mungkin penyebab mengalirnya limbah kami akibat rembesan yang berada dibalik tempat penampungan ini. sebab, sewaktu banjir kantor kami pun tak luput dari terjangan banjir tersebut yang mengakibatkan retaknya dinding di sekitar tempat penampungan oli bekas kami,” tandas Makalalag.

Menurut dia, manajemen sudah melakukan renovasi sekitar tempat penampungan tersebut. “Pihak kami juga telah melakukan beberapa renovasi disekitar dinding tempat penampungan yang retak tersebut. tapi mungkin masih ada beberapa titik yang mengakibatkan rembesan oli bekas hingga mengalir ke sungai,” ucapnya.

Selain Linneke, personil Komisi C yang turun ke lokasi adalah Anita De Blouwe, Fanny Mantali, Winston Monangin, Stenly Tamo, dan Reynaldo Heydemans. “Terima kasih juga kepada pers yang hadir untuk melakukan peliputan,” ujar Anita De Blouwe. (kam)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply